klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Berkah Pandemi, Grup Tari Gadung Melati Tulungagung Rajai Kejuaraan Tingkat Eropa

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Grup Gadung Melati saat berpose di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung.
Grup Gadung Melati saat berpose di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Pandemi bukan alasan untuk bermalas malasan, buktinya puluhan bocah bocah yang tergabung dalam sanggar tari Gadung Melati ini masih rajin berlatih di balai desa Beji setiap Minggunya.

[irp]

Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tulungagung. Bahkan pandemi kali ini memberikan berkah bagi grup tari asal Tulungagung ini.

Ditemui di sela sela proses pembuatan video klip, Pimpinan Sanggar Tari Gadung Melati, Suwito tak menampik jika pandemi memang memberikan keuntungan tersendiri bagi anak asuhnya.

Grup tari ini bukan berasal dari daerah yang dikenal dengan pusat kebudayaan dan tarinya, namun dengan semangat dan menonjolkan karakter budaya Tulungagung, Gadung Melati mampu berjaya di kompetisi level eropa.

"Kalau ndak pandemi mas, terus lombanya ndak online, apa ya bisa saya bawa anak anak sampai eropa,ini memang berkah pandemi," ujarnya pada Senin (21/06).

Suwito menyebut, awalnya dirinya mengetahui lomba tari skala international yang diadakan di Italia pada awal pandemi di penghujung tahun 2020 dari anaknya.

Kebetulan anaknya yang lulusan sekolah seni tersebut tergabung dalam grup para seniman, dari sana informasi lomba tingkat international diperoleh.

"Nah dari situ terus akhirnya saya tau terus kita rembukan sama tim dan memutuskan untuk mengirimkan video ke lomba itu tadi,"jelasnya.

Tak ada jurus khusus untuk memenangkan lomba bertajuk International Online Fastival - Contest (All Colour of Art) tersebut. Namun tari bertajuk Tiniban yang menggambarkan ritual khas tiban itu mampu memikat juri dan hasilnya tak tanggung tanggung.

Dua penghargaan Emas diraih oleh Gadung Melati untuk kategori Foklore Dance usai 10 tahun dan kategori Foklore Dance usia 12 sampai 13 tahun. "Dapat dua emas untuk yang di Itali, tarinya ini Tiniban terinspirasi dari kegiatan Tiban itu mas," ucapnya.

Suwito menjelaskan, tari Tiniban terinspirasi dari kegiatan tiban yang acap kali dipertontonkan oleh sebagian warga Tulungagung di musim kemarau untuk meminta hujan.

Dengan menggabungkan gerakan khas tiban dan dilengkapi dengan musik pengiring yang menyatu dengan gerakan tari,menjadikan tarian ini menyabet gelar juara pertama tersebut.

"Musiknya dari pak Puryono kemudian gerakananya dari kita dan kita gabungkan hasilnya ya seperti ini," ungkapnya.

Kompetisi selanjutnya yang dimenangi Gadung Melati adalah kejuaraaan bertajuk International Dance Competition (Golden Dance) 2021 yang dilaksanakan pada April 2021 di Bulgaria. Dalam ajang tersebut, grup tari yang berlatih di Balaidesa Beji ini menampilkan tari bertajuk Eca -Ece. 

Suwito mengungkapkan, tarian Eca -Ece terinspirasi dari masa anak anak yang beranjak menjadi remaja. Hasilnya Gadung melati menggondol juara pertama dan kedua dalam kategori Folklore dance groups - modern choreography. "Eca Ece ini gambaran anak anak mau beranjak dewasa, jadi yang ditampilkan ya senang senangnya anak anak, ada yang memakai kostum mirip merak dan lain lain," ucapnya.

Penampilan luar biasa bocah bocah Tulungagung ini berlanjut setelah panitia memberikan rekomendasi untuk mengikuti event serupa di Ulan Bator,Mongolia. "Ini masih dalam proses, semoga hasilnya juga memuaskan," pungkasnya. (ris)

Editor :