klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kakek Nenek di Probolinggo Diserang OTK, Luka Parah Hingga Opname di RS

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi pembacokan
Ilustrasi pembacokan

KLIKJATIM.Com I Probolinggo - Kakek nenek nahas diserang orang tak dikenal dan rumahnya diobrak abrik. Keduanya adalah Ajis, 60 dan istrinya warga Dusun Krajan RT 5/ RW 1 Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo

[irp]

Akibat kejadian itu, korban Ajis alami luka bacok parah di bagian belakang tubuhnya. Korban Ajis dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Wonolangan Dringu. Hingga Jumat petang, kondisi korban Ajis masih kritis dan harus mendapatkan penangan medis.Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi dugaan perampokan disertai penganiayaan berat (anirat) itu terjadi sekitar pukul 03.00, Jumat (18/6). Saat itu, korban sepasang kakek nenek itu tinggal di rumah sederhananya, tengah tidur.

Saat itu, tiba-tiba ada dua orang pelaku. Masuk ke rumah korban lewat pintu belakang. Kedua pelaku langsung masuk kamar mengancam Bu Ajis, 56, istri korban Ajis, menggunakan celurit.

Bahkan, korban bu Ajis sempat diikat tangannya oleh satu orang pelaku. Sedangkan satu pelaku lainnya, langsung obrak abrik lemarai baju korban.”Saya tidak tahu, dua orang masuk dan langsung ancam pakai celurit,” jelas istri Ajis, saat ditemui di RS Wonolangan Dringu.

Ajis yang mendengar ada keributan di kamar istrinya, langsung menghampiri. Saat hendak menolong istrinya, korban Ajis langsung dibacok oleh pelaku beberapa kali.

Akibatnya mengenai bahu korban, jari tngan kiri, selah selah jari jempol dan telunjuk. Setelah pelaku membacok korban, kedua pelaku langsung kabur lewat pintu belakang rumah korban. Atas kejadian itu, korban mengalami luka bacok dibahu kiri, jari tengah tangan kiri, selah selah antara jari telunjuk dan jempol kiri, dan pelipis.

Kanit Reskrim Polsek Leces, Bripka Eko Aprianto mengungkapkan, aksi itu bukanlah perampokan. Korban Ajis menjadi korban penganiayaan berat oleh dua pelaku tidak dikenal. Meskipun, pelaku sempat obrak abrik pakaian korban, tapi harta benda korban tidak ada yang hilang atau di bawa oleh pelaku. ”Bukan perampokan, tapi anirat. Kami masih selidiki kasus anirat itu,” pungkasnya. (*)

Editor :