KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerentanan bencana banjir yang cukup tinggi. Hal itu dikarenakan Bojonegoro dilalui Sungai Bengawan Solo. Hampir setiap musim hujan tiba, sungai terpanjang di Jawa itu meluap.
[irp]
Untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana tersebut, dilaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Lapangan Jembatan Sosrodilogo Bojonegoro pada Senin (16/12/2019).
Dansatbrimob Polda Jatim, Kombes I Ketut Gede Wijatmiko saat membuka acara mengatakan, seluruh aparat pemerintah dan TNI Polri harus bersiap menghadapi segala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Dan kepada seluruh peserta apel agar selalu menyiapkan jasmani dan rohani. "Bersatu bersama-sama dan bahu-membahu untuk menolong masyarakat," tegasnya.
Dengan adanya kesiapsiagaan sejak dini, dia berharap ada minimalisir resiko. Setidaknya bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa, "Saya kira untuk kesiapan penanggulangan sudah cukup dan semoga tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan," pintanya.
Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada 14 titik yang rawan terdampak bencana banjir maupun banjir bandang. Wilayah tersebut tersebar beberapa kecamatan.
“Untuk banjir biasa ada 21 kecamatan yang berpotensi terdampak. Sementara banjir bandang ada 16 kecamatan yang berpotensi terdampak,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bojonegoro Umar Ghoni.
Umar menjelaskan, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro berpotensi terdampak banjir dari luapan bengawan Solo maupun banjir bandang. Mulai dari Kecamatan Margomulyo hingga Kecamatan Baureno.
[irp]
“Kalau banjir bandang dan longsor potensinya ada di wilayah dataran tinggi, seperti Kecamatan Gondang, Sekar, Bubulan juga Temayang,” jelasnya.
Sementara itu, apel kesiapsiagaan bencana ini dihadiri sejumlah pejabat dari TNI, Polres Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro dan tokoh masyarakat. (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…
Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa membuat delapan pelajar asal Pulau Bawean yang telah selesai menjalankan tugas sebagai …
Hadiri Muktamar NU ke-35, Prabowo Ungkap Cara Jadi Bangsa Terhormat Harus Adil dan Makmur
Prabowo saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang,…