klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ratusan Warga Tulungagung Terisolasi Akibat Bencana Longsor

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat mengunjungi lokasi longsor. (Iman/klikjatim.com)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat mengunjungi lokasi longsor. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Bencana tanah longsor yang menutup akses jalan dan memutus jembatan di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung pada Kamis (17/6/2021) pagi mengakibatkan nasib ratusan Kepala Keluarga (KK) di desa setempat terisolasi. Mereka terpaksa tidak bisa kemana-mana, karena semua akses keluar masuk dari desa setempat tertutup longsor.

[irp]

Kondisi demikian pun mendapat perhatian langsung dari Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Dia meminta semua pihak agar berupaya untuk segera membuka akses, sehingga 270 KK di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang bisa segera terakses.

"Ada lebih kurang 270 KK yang saat ini terisolir di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung," ujarnya.

Dijelaskan, mereka terisolir karena semua akses ke lokasi tersebut tertutup material longsor. Tidak hanya itu saja, pasokan listrik ke lokasi dan saluran PDAM yang mengalirkan air ke pelanggan juga terputus akibat longsor ini.

"Mau kemana, jembatan putus, akses jalan putus, terus tiang listrik dan PDAM juga putus, sebagian warga kita terisolir," tuturnya.

Maryoto mengungkapkan, sejumlah alat berat sudah didatangkan ke lokasi untuk mempercepat pembukaan akses. Termasuk juga meminta petugas PLN untuk melakukan perbaikan pada tiang listrik yang rusak, sehingga aliran listrik bisa normal kembali.

"Kita minta agar segera dilakukan pembukaan jalannya, alat berat juga kita arahkan ke sana," ungkapnya.

Sementara itu, bencana tanah longsor yang terjadi pada saat bersamaan juga terjadi di 5 titik di Kecamatan Pagerwojo. Namun tidak sampai menutup akses warga di lokasi.

Menurut salah satu warga Kecamatan Pagerwojo, Miseni (67) mengatakan, longsor terjadi pada Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 02.30 WIB. Kini sebagian dapurnya tertimbun material longsor, peralatan dapur serta bahan makanannya tak bisa digunakan lagi.

"Hujan itu sejak pukul 7 malam, kemudian longsornya mulai jam 02.30 WIB," ucapnya. (nul)

Editor :