klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ada Ribuan Formasi CASN di Ponorogo, Silahkan Siap-siap Daftar

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
ASN di Ponorogo sedang bertugas. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
ASN di Ponorogo sedang bertugas. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memastikan membuka pendaftaran Calon Aparatur Negeri Sipil (CASN) tahun 2021. Kali ini Pemkab Ponorogo mendapat jatah 2.063 formasi. 

[irp]

"Kita (Pemkab Ponorogo) mendapat 2.063 formasi CASN. Itu terbagi untuk CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)," ujar Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Winarko Arief Tjahjono, Selasa (15/6/2021). 

Rinciannya untuk CPNS 153 formasi dan PPPK ada 1.910 formasi. Diakui, kuota formasi untuk Ponorogo cukup besar dibandingkan kabupaten lain. 

Wins--sapaan akrab--Winarko Arief Tjahjono menambahkan, untuk PPPK paling banyak adalah formasi guru. Kemudian tenaga teknis lain ada 148 orang dan tenaga kesehatan 49 orang. 

Sementara untuk CPNS dari 153 formasi telah terbagi 96 tenaga kesehatan dan 57 tenaga teknis yang lain. "Secara global itu memang banyak. Tapi CPNS-nya sedikit," tegasnya. 

Ditanya perihal pendaftaran, Wins menjelaskan belum ada pengumuman atau surat resmi kapan mulai pendaftaran? Sejauh ini hanya pengumuman resmi saja. 

"Ya belajar saja dulu. Nanti kalau ada kepastian pembukaan pendaftaran tinggal action-nya," urai Wins. 

Dia juga mengimbau bagi yang ingin mendaftar PPPK maupun CPNS, untuk tidak mencari jalan kecurangan. "PPPK dan CPNS satu sisi jangan ada golek dalan (bermain curang). Karena tidak ada," klaimnya. 

Untuk yang kedua, mereka yang mendaftar harus percaya diri dengan kemampuannya. Dan banyak belajar. Pasalnya materi yang ada dalam tes biasanya ada di dalam buku panduan. 

Masih menurut Wins, dalam tes CASN kali ini akan tetap mempersiapkan dengan protokol kesehatan. Yaitu mulai dari pemeriksaan suhu, mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak. 

"SKD rencananya kami mandiri. Kami laksanakan ssndiri di Ponorogo tidak numpang," pungkasnya. (nul)

Editor :