klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus Covid-19 Kabupaten Bangkalan Meningkat, Pemprov Turun Tangan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Rapat koordinasi Satgas Covid-19
Rapat koordinasi Satgas Covid-19

KLIKJATIM.Com | Bangkalan - Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

[irp]

Dalam satu pekan ini, Covid-19 meningkat sehingga membuat pemerintah menurunkan tim mobil Swab PCR ke Kecamatan Arosbaya guna mentracking setiap warga. Untuk melakukan pencegahan penularan, Salah satunya dengan melakukan rapid antigen pada seluruh pengendara yang hendak ke Surabaya di pintu gerbang jembatan Suramadu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 terhadap daerah lain maka dilakukan tes rapid.

"Kita kirim mobil swab PCR ke Kecamatan yang kasusnya melonjak, selain itu di pintu gerbang Suramadu bagi seluruh masyarakat yang akan ke Surabaya. Selain itu, jika reaktif maka akan dilakukan swab," ujarnya, minggu (6/6/2021).

Untuk rapied antigen di Suramadu, jika hasil swab positif maka akan dilakukan isolasi di rumah sakit yang sudah disiapkan dan tidak diperbolehkan pulang sebelum sembuh.

"Jadi masyarakat harus meminimalisir mobilisasi, kalau mau ke Surabaya harus siap di tes," imbuhnya.

Selain itu, ia menyebut terdapat dua cara untuk meminimalisir angka kematian pasien Covid-19. Yakni dengan pengobatan yang cepat dan benar serta penyediaan ruang perawatan yang cukup.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo mengatakan peningkatan angka kasus Covid-19 cukup signifikan. Ditambah lagi, terdapat 34 kasus kematian dalam 14 hari sejak pasca lebaran.

"Dalam minggu ini terdapat 169 kasus ditambah lagi 28 kasus di hari ini, peningkatan cukup tinggi terutama di kecamatan Arosbaya," tuturnya.

Ia juga mengaku, tingginya angka kematian disebabkan kondisi pasien ketika berobat ke RS sudah dalam keadaan berat. Sehingga penanganan yang harusnya bisa dilakukan sejak awal, terlambat dilakukan. (bro)

Editor :