KLIKJATIM.Com | Gresik — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil langkah menata Gresik Migas, perusahaan milik Pemkab Gresik. Dan jabatan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut diserakahkan kepada sejumlah anggota tim kampanye Niat.
[irp]
Bupati berusia 36 tahun itu merombak seluruh dewan komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gresik Migas melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Hotel Aston Inn Gresik, Jumat (21/05/2021) pagi.
Kebijakan yang diambil Yani terbilang mengejutkan, pasalnya, Direktur Utama Gresik Migas sebelumnya, M. Prisdianto Mihardjo baru saja diangkat pada bulan Oktober lalu oleh Bupati Sambari. Namun belum genap setahun memimpin, posisinya digantikan oleh M. Habibullah yang ditunjuk Bupati.
Dirut Gresik Migas baru, M. Habibulloh menyebut amanah dari Pemkab Gresik menjadi tantangan tersendiri baginya. Dia menyatakan akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap BUMD yang dia pimpin dari aspek paling dasar.
Pengalamannya memimpin perusahaan daerah dibidang Migas menjadi yang pertama kali bagi Habibulloh. Pada tahap awal Dia mengaku sudah menyusun bisnis plan sebagai blue printnya dalam bekerja.
“Pertama mungkin saya akan melakukan optimalisasi bisnis. Salah satunya dengan mengejar tambahan alokasi gas yang dikelola. Setelah itu baru kita gencar berjualan gas ke kawasan industri. Termasuk didalamnya ada proyek pembangunan jaringan gas (Jargas) baru,” tambahnya.
Jajaran Komisaris Gresik Migas juga diisi wahah-wajah, Komisaris Utama dijabat oleh Ahmad Nadir yang diketahui sebagai loyalis Bupati Fandi Ahmad Yani saat kampanye dalam kontestasi pilkada Gresik kemarin. Sosok Nadir sendiri tak asing bagi publik, karena dulu Ia merupakan legislator yang sempat menjadi ketua DPRD Gresik.
Kepada wartawan, Nadir membenarkan penunjukan dirinya sebagai Komisaris Utama (Komut) Gresik Migas. Namun Ia mengaku belum bisa bicara banya terkait rencana kerja pengawasan yang akan dilakukannya untuk meningkatkan kinerja Gresik Migas.
"Saya akan pelajari dulu kondisi mutakhir Gresik Migas seperti apa, baru kemudian saya bisa sampaikan. Lagi pula masih baru ditunjuk hari ini," ujarnya.
Dalam RUPS LB itu, Nadir didampingi dua Komisaris, yaitu Mohammad Hilaludin dan M Ma'mun. Sedangkan M. Habibulloh didampingi Mohammad Prisdianto Mihardjo sebagai Direktur Teknik dan Operasional, sementara Mohammad Syaikhu menjabat sebagai Direktur Umum dan Pengembangan. (rtn)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Komplotan Perampok Pecah Kaca Lintas Negara Diamankan Polresta Banyuwangi
Polresta Banyuwangi melibatkan jaringan kepolisian internasional atau Interpol untuk membongkar komplotan pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang diduga…
Mekanik Tewas Tertimpa Konveyor Saat Kerja di Proyek Pemecah Batu Mojokerto
Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan fasilitas pemecah batu di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto…
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…