klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Nama Dua eks Caleg PKB Dicatut Soal Tanah Oloran

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Nampak foto Hanafi dan Soelehan saat mencalonkan diri sebagai caleg kemarin. (Repro/klikjatim.com)
Nampak foto Hanafi dan Soelehan saat mencalonkan diri sebagai caleg kemarin. (Repro/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kasus jual beli tanah oloran di pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya, terus bergulir. Bahkan muncul adanya dugaan campur tangan dua mantan calon anggota legislatif (Caleg) Kota Surabaya, periode 2019-2024 dari PKB yang disebut-sebut menjadi penjual.

Dua eks caleg yang dimaksud adalah Hanafi dan Moch. Soelehan. Hal ini terungkap melalui penuturan salah satu pembeli, yang ditemui langsung oleh Klik Jatim, pada Selasa kemarin (3/12/2019).

"Saya membelinya dari calon anggota dewan (caleg, red) PKB yang nggak jadi, yaitu Pak Hanafi," ungkap warga Sukolilo Baru, Kenjeran, yang namanya keberatan untuk disebutkan.

[irp]

Menurutnya, pembelian tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani Hanafi.

"Yang datang bukan Pak Hanafi langsung, tapi diwakilkan sama orang suruhannya. Namanya Pak Ali," lanjut korban yang mengaku belum mendapatkan ganti rugi itu.

Selain Hanafi, nama Moch. Soelehan juga disebutkan menggeluti bisnis jual beli tanah oloran. Keduanya dikabarkan memiliki beberapa kapling tanah untuk dijual kepada warga.

"Pak Hanafi yo nduwe tanah nang kono, jare Pak Soelehan nduwe telu.  Didol nang aku, Pak Dedi, sitok e iki lali aku (Pak Hanafi juga punya tanah di sana, kata Pak Soelehan punya tiga. Satu bidang tanah dijual kepada saya, satunya kepada Pak Dedi dan satunya lagi kepada pembeli lain yang namanya saya lupa, red)," pungkasnya.

[irp]

Sementara itu, Hanafi saat dikonfirmasi membantah terkait tudingan yang dialamatkan kepada dirinya. "Saya otw (perjalanan, red) dari Madura. Salah mas, saya malah bantu warga yang jemur (mengeringkan ikan) di pinggir jalan, saya kasih tempat di pinggir pantai," menurutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Soelehan. Dia menegaskan, bahwa pencatutan namanya sebagai penjual tanah oloran di pinggir pantai Kenjeran, Surabaya, tidaklah benar.

Kabar tersebut dinilai hanya untuk menyudutkan dirinya. "Gak benar itu Pak. Itu kan jelas di situ ada namanya Hanafi, kok bisa saya ya Pak. Saya heran dengan adanya pemberitaan seperti itu, sampeyan (kamu) bisa tanya langsung ke Pak Hanafi," tutur Soelehan.

"Saya khawatir Pak, nanti pemberitaan dikira saya yang menyampaikan berita ini. Saya harus hati-hati Pak, karena saya rakyat kecil Pak," tambahnya. (nk/roh)

Editor :