klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pladu, Ratusan Warga Trucuk Cari Ikan 'Mabuk' di Bengawan Solo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seorang warga dari Dander menenteng ikan yang diperoleh dari Pladu. (Sodiqin/Kilikjatim.com)
Seorang warga dari Dander menenteng ikan yang diperoleh dari Pladu. (Sodiqin/Kilikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Warga bantaran Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro panen ikan. Seperti biasanya, setiap datang musim penghujan ikan di bengawan banyak yang mabuk.

Fenomena munculnya ikan mabuk itu biasa disebut warga bantaran bengawan Solo sebagai Pladu atau Munggut. Yakni, munculnya ikan di permukaan air bengawan.

[irp]

Saat ini, pladu atau munggut itu dilakukan warga di wilayah Kecamatan Trucuk. Mulai Desa Padang, Gresik, Kandangan dan Kanten.

Ikan-ikan tersebut muncul di permukaan sungai, sebagian juga di bawah tumpukan tumbuhan Enceng Gondok. Penangkapan ikan-ikan ini warga menggunakan alat tradisional. Seperti jaring bulat (Seser), kayu dipasang jeruji (Pecuk) dan sebagian cukup menggunakan tangan kosong.

Tak hanya warga sekitar lokasi bengawan, bahkan dari luar kecamatan pun ikut mengambil berkah alam ini. Seperti yang dilakukan Ahsan, warga Sendang Rejo, Kecamatan Dander. Dia rela datang dari kecamatan sebelah hanya untuk turut serta mengambil berkah alam ini. Bahkan dirinya mendapat rezeki luar biasa mendapat ikan besar jenis Jendil. "Alhamdulillah dapat sendiri, bukan dari beli," ujarnya.

Dikatakan, ikan bisa didapatkan dibawah tumbuhan Enceng Gondok. Dengan cara dibuka sebagian dan dipinggirkan. Sebab ikan-ikan itu masih kuat bersembunyi di bawah tumbuhan enceng gondok.

[irp]

"Cukup mudah mas untuk mendapatkannya, tapi yang besar-besar juga butuh tenaga lebih," imbuhnya.

Sugiharto, warga Dukuh Pasinan, Desa Kanten, Kecamatan Trucuk menyayangkan dirinya tak bisa ikut Pladu pada malam hari. Sementara saat dirinya ikut pada siang ini, sudah penuh orang.

"Seharusnya tadi malam, banyak ikan yang nampak besar-besar. Terus yang mencari juga belum banyak," terang harto. (diq/bro)

Editor :