KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Tulungagung memiliki 3 unit modil pemadam kebakaran yang disiagakan untuk siap beroperasi saat kebakaran terjadi.
[irp]
Namun dari 3 unit mobil tersebut, satu mobil pemadam kebakaran dalam kondisi tidak siap digunakan, bukan karena perangkat pemadamnya yang rusak, namun karena kondisi mesinnya yang sudah tidak layak. Hal ini diakui oleh, Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung, Gatot Sunu yang ditemui di ruang kerjanya. "Itu yang paling tua disebut si mbah, karena itu mobil Damkar pertama yang kita miliki," ujarnya.
Gatot mengatakan, mobil pemadam kebakaran tersebut dijuluki "si mbah" karena merupakan mobil kebakaran tertua yang diperoleh melalui bantuan pemerintah di era Presiden Soeharto. Karena usianya yang sudah tidak muda lagi, mobil yang satu ini sering kali mogok saat digunakan menuju ke lokasi kejadian, walaupun secara fungsi penyemprotan airnya masih sangat layak.
Selama ini pihaknya terkendala untuk merawat mobil yang satu ini karena kepemilikan mobil tersebut belum masuk dalam aset Pemkab Tulungagung. Oleh sebab itu menurut Gatot, pihaknya tengah melengkapi data administrasi untuk memasukkan mobil buatan tahun 1980an ini sebagai aset Pemkab Tulungagung.
Sehingga nantinya perawatan mobil ini bisa dianggarkan melalui APBD kabupaten Tulungagung. "Selama ini kita juga belum bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan perawatan rutin, karena terkendala aset itu tadi,"jelasnya.
Selanjutnya, pihaknya juga mengusulkan peremajaan mobil tersebut, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk memudahkan pemadaman api di Tulungagung. "Karena kita lihat di tempat lain itu ada kendaraan serupa yang setelah diremajakan mesinnya, masih bisa digunakan karena perangkat penyemprotnya masih baik,"ucapnya.
Masih menurut Gatot, tahun ini pihaknya juga mengusulkan penambahan satu lagi armada mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas tangki air sebanyak 3500 liter.
Tetapi dengan kemampuan jangkaun semprotan air, sama dengan mobil pemadam yang memiliki kapasitas tangki air 5000 liter, seperti yang dimiliki oleh pihaknya saat ini.
Armada yang satu ini diharapkan bisa lebih lincah dan masuk ke lokasi lokasi yang sempit, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Untuk harga sesuai ekatalog itu sekitar Rp 1,5 Miliar,"pungkasnya. (rtn)
Editor : Iman