KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Seorang warga yang merasa anaknya salah penanganan saat dirawat di RSUD Dr Soesodoro Djatikoesomo Bojonegoro menggeruduk rumah sakit tersebut pada Rabu (27/11/2019) siang. Bersama dengan LSM GMBI Bojonegoro, keluarga Tikno minta pertanggungjawaban pihak RSUD milik Pemkab Bojonegoro itu. Manajemen rumah sakit yang berada di Jalan Veteran itu akhirnya mau melakukan mediasi tertutup di lantai dua RSUD Dr Soesodoro Djatikoesomo Bojonegoro.
Tikno mengatakan, keluarga meminta agar pihak RSUD Sosodoro Djatikusuma untuk membiayai anaknya berobat di RSUD Dr Soetomo Surabaya karena sakit bengkak selama beberapa tahun terakhir. Diduga bengkak tersebut muncul usai dioperasi dan diberi obat oleh dokter RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro pada 2017 silam. "Sudah tak mau disitu lagi. Dia masih trauma," ujarnya singkat.
[irp]
Tikno mengancam akan membawa kasus ini ke meja hijau jika tidak ada solusi yang tepat. Dirinya sudah merasa tidak sabar lagi melihat penderitaan yang dialami sang putra.
Diceritakan Tikno, pada tahun 2017 lalu ada benjolan kecil bahu bagian belakang kanan. Benjolan itu dianggap biasa dan hanya sebatas uci-uci yang dioperasi kecil bakal hilang. Korban kemudian periksa di Puskesmas Kecamatan dan diberi surat rujukan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Saat di rumah sakit pemerintah tersebut hanya diperiksa sebentar dan esoknya dioperasi. "Sempat dirawat inap usai operasi. Jarak 2 Minggu kemudian kontrol sekalian melepas jahitan," imbuhnya.
Selama masa tunggu untuk melepas jahitan itu ternyata lengannya membengkak. Pada kontrol pertama masih dipantau oleh dokter dan disarankan untuk istirahat. Namun, sampai kontrol kelima kalinya masih tetap sama bahkan jadi besar sampai wajah sebelah kanan ikut membengkak.
"Setiap kontrol sudah diberi resep. Bahkan pada kontrol terakhir diminta operasi ulang oleh dokter," tandasnya.
Permasalahan ini pernah dimediasi dan ada solusi yang ditawarkan. Namun berhenti di tengah jalan karena korban merasa belum sanggup menanggung sebagian biaya pengobatan. "Kami akhirnya memilih pengobatan alternatif dan ke beberapa rumah sakit lain," tuturnya.
[irp]
Kini, hal ini diangkat lagi untuk meminta pertanggungjawaban secara penuh ke RSUD Dr Soesodoro Djatikoesomo. "Kalau tidak bisa. Saya akan lapor ke DPRD Bojonegoro dan Bupati Bojonegoro untuk memberi solusi," pungkasnya.
Pihak RSUD Dr Soesodoro Djatikoesomo melalui humas menyatakan siap untuk bertanggungjawab. Tetapi, pengobatan yang dilakukan harus di rumah sakit pemkab Bojonegoro tersebut. Pihak RSUD Dr Soesodoro Djatikoesomo siap memberikan dokter khusus. (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah
Polres Jombang Perkuat Sinergi Pengamanan Jelang Muktamar NU ke-35
KLIKJATIM.Com | Jombang – Polres Jombang mulai mematangkan strategi pengamanan menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 Tahun 2026 di K…
Panen Cabai Rawit Petani Jatim Naik 15 Persen, Berawal dari Pendampingan Pemupukan dan Budidaya Tepat Oleh Petrokimia
KLIKJATIM.Com | Malang – Produktivitas cabai rawit sejumlah petani di Jawa Timur menunjukkan peningkatan setelah menerapkan pola pemupukan dan budidaya yang l…
Polres Pamekasan Ringkus Pengedar Sabu dri Rumah Kosong
Polres Pamekasan melalui Unit Reskrim Polsek Palengaan berhasil membekuk seorang pria terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di sebuah rumah kosong…
Gelar Pasar Murah ke-93 di Nganjuk, Pemprov Jatim Dorong Pengendalian Inflasi dan Semarakkan Nasionalisme
KLIKJATIM.Com | Nganjuk – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan langkah intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga…
Gresik Fight Day VI Jadi Ajang Pembinaan Petinju Muda, 50 Fighter Adu Kemampuan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Ajang tinju Gresik Fight Day VI kembali digelar dengan mempertemukan sekitar 50 fighter dalam 25 partai pertandingan. Kompetisi yang b…
984 Siswa Baru SMA di Jember Diedukasi Bahaya Okerbaya, Waspada Bujuk Rayu Pengedar
Sebanyak 984 siswa baru SMAN 1 Kalisat, Jember, Jawa Timur, mendapat edukasi tentang bahaya narkoba dan obat keras berbahaya (okerbaya), Kamis (13/8/2026)…