klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Disebut ‘Titanic’ Indonesia, Kapal Van Der Wijck yang Karam di Perairan Lamongan Akan Segera di Eksplorasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Kapal van der Wijck yang disebut juga sebagai Titanic-nya Indonesia tenggelam di perairan utara wilayah Kecamatan Brondong, Lamongan pada 20 November 1936. Kini Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim bersama Pemkab Lamongan akan memulai eksplorasi bangkai kapal termewah di zamannya itu.

[irp]

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, untuk mengetahui kondisi terkini dari bangkai Kapal van der Wijck, memang diperlukan eksplorasi. Peristiwa 'Titanic' di Indonesia itu harus dibuktikan lagi dengan menelusuri di mana posisi kapal itu.

"Untuk melihat bagaimana kondisi kapal saat ini setelah bertahun-tahun berada di bawah laut, dibutuhkan kegiatan eksplorasi," kata Wicaksono, Rabu (10/3/2021).

Pihaknya, kata Wicaksono, berencana akan melakukan eksplorasi bangkai Kapal van der Wijck. Eksplorasi akan dilakukan pada April mendatang, bekerja sama dengan Pemkab Lamongan.

"Insyaallah April pas puasa kita akan mulai mengeksplorasi Kapal van der Wijck ini," imbuhnya.

Wicaksono mengatakan, hari ini pihaknya memulai ekspedisi dan eksplorasi untuk mencari titik dari kapal mewah pada jamannya itu. Untuk kepentingan eksplorasi ini, pihaknya akan melibatkan 13 orang dari BPCB Jatim.

"Hari ini kami memulai untuk melakukan eksplorasi untuk mencari titik keberadaan tenggelamnya Kapal van der Wijck ini," kata Wicaksono usai bertemu dengan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk melaporkan dimulainya eksplorasi di kantor bupati, Rabu (28/4/2021).

Wicaksono menambahkan, 13 orang dalam tim dari BPCB Jatim itu terdiri dari 10 penyelam dan 3 untuk tim scuba. Selain untuk mencari titik Kapal van der Wijck, pihaknya juga akan melakukan identifikasi di bawah air terkait bangkai kapal, seandainya berhasil ditemukan.

"Selain mencari titik keberadaan, kami juga akan melibatkan melakukan identifikasi di bawah air apakah benar kapal yang ditemukan tersebut memenuhi ciri-ciri untuk dikatakan sebagai Kapal van der Wijck," ujarnya.

Terpisah, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan, Lamongan siap dan sudah berkomitmen untuk pelaksanaan eksplorasi Kapal van der Wijck. Lamongan, menurut Yuhronur, juga sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama BPCB Jatim.

"Kalau sudah berhasil dieksplorasi, nanti akan kita jadikan sebuah wisata bawah air, yang ke depan insyaallah akan memperbanyak khasanah di Kabupaten Lamongan," tuturnya seperti dilansir detik.

Untuk diketahui, perairan pantai utara (pantura) Lamongan diduga juga menyimpan harta karun bawah laut. Salah satu harta karun itu adalah bangkai Kapal van der Wijck yang tenggelam di perairan Brondong pada 20 November 1936.

Kisah tenggelamnya Kapal van der Wijck juga menjadi novel dengan judul Tenggelamnya Kapal van der Wijck, karya Buya Hamka yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada 2013.

Bagi warga Lamongan, tenggelamnya Kapal van der Wijck bukan semata-mata cerita novel. Tapi kisah nyata upaya warga Lamongan dalam membantu mengevakuasi korban tenggelamnya kapal mewah pada zamannya itu. Buktinya ada tugu peringatan yang sampai hari ini masih berdiri dan berada di Pelabuhan Nusantara Brondong. (*)

Editor :