KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Tahun anggaran 2019 akan berakhir sekitar satu bulan lagi. Namun, hingga saat ini tingkat serapan P-APBD Pemkab Bojonegoro yang mencapai Rp 7 triliun masih belum sesuai target.
Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bojonegoro, Luluk Alifah pun mengakui, tingkat serapan P-APBD tahun ini masih 39 persen. Sebab dalam triwulan ke empat yang biasanya tidak ada setoran, ternyata dari Dana Bagi Hasil (DBH) terdapat penambahan Rp 2,1 T.
[irp]
"Kalau mengacu dari induk awal APBD sekitar Rp 5 triliun, tingkat serapan anggaran sebenarnya sudah lebih dari 50 persen," terang Luluk, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (20/11/2019).
"Tetapi kalau dipersentase dengan pendapatan dari dana bagi hasil, ya memang benar (39%) dan itu sangat kecil," imbuhnya.
[irp]
Meski demikian, pihaknya tidak khawatir. Dia pun optimis sampai tutup anggaran nanti bisa terserap 100 persen.
"Sekarang (serapan) masih terus jalan. Dan pekerjaan fisik juga sudah selesai, jadi tinggal pengajuan tahap administrasi dan proses pencairannya saja," tandasnya. (af/roh)
Editor : M Nur Afifullah