KLIKJATIM.Com ǀ Gresik – Kelangkaan solar berdampak terhadap transportasi kapal tujuan Gresik-Bawean. Sesuai jadwal, kapal Blue Sea Jet seharusnya berlayar hari ini. Tapi karena terjadi keterlambatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sehingga kapal tersebut batal berangkat, Minggu (17/11/2019).
Akibatnya, ratusan penumpang terpaksa balik kucing. Termasuk di antaranya Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Maskuri.
Informasi yang dihimpun, berdasarkan jadwal harusnya kapal berangkat pada pukul 13.00 Wib. Kemudian ada penundaan sejam yaitu pukul 14.00 Wib. Namun pada akhirnya, rencana keberangkatan kapal dari Gresik ke Bawean tersebut dibatalkan dan ditunda Senin besok (18/11/2019).
“Kapal sudah ada, tapi bahan bakar belum ada. Saya sebagai penumpang ya sangat kecewa dengan kondisi ini,” ungkap Maskuri, kepada awak media.
[irp]
Bahkan, rencana kepergiannya ke Pulau putri---sebutan lain Pulau Bawean---tersebut dibatalkan. Dia terpaksa memilih balik lagi ke Malang.
Rektor dua periode itu sejatinya memiliki agenda dua hari di Bawean. Yaitu melakukan pemberdayaan kepada para guru dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Mulai dari kepala sekolah hingga managemen di lingkungan sekolah.
Selain itu, juga berencana mengikuti temu alumni, safari pondok, pemantik kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri (Staiha), dan mengisi acara peringatan maulid nabi di berbagai tempat.
"Semuanya sudah dipersiapkan lama dan sudah matang," lanjutnya.
Pihaknya mengaku, sangat menyesalkan atas tertundanya kapal tersebut. Karena di tengah kesibukannya, Prof Maskuri sudah susah payah menyempatkan waktu agar bisa tandang ke kampung kelahiran istrinya itu. Apalagi sudah hampir 15 tahun tidak berkunjung ke Pulau Bawean.
[irp]
Namun semua schedule (jadwal) menjadi berantakan. "Rencananya malam ini nanti menginap di rumah keluarga Pagerangan, Desa Tanjung Ori, Tambak. Kemudan besoknya langsung mengisi materi di Kecamatan Sangkapura," paparnya.
Maskuri pun meminta maaf kepada masyarakat Bawean, yang sudah mempersiapkan rencana kedatangannya namun gagal total. "Insyaallah dengan kesempatan lain bisa hadir," imbuhnya.
Selanjutnya, Maskuri juga menyoroti kinerja Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik selaku pemilik kekuasaan di wilayah pelabuhan setempat. Menurut dia, peristiwa ini seharusnya tidak boleh terjadi.
“Kesyabandaran harusnya memastikan pelayanan agar masyarakat umum tidak dirugikan dan harus tegas untuk operasional kapal,” tandasnya. (iz/nul)
Editor : Redaksi