klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus DBD di Ponorogo, Januari Sampai April 2021 Ditemukan 30 Penderita

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Ponorogo,  Edy Kusnanto. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Ponorogo, Edy Kusnanto. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Kasus Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Ponorogo dilaporkan bertambah lagi dengan menyerang warga Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Sedikitnya ada 2 asal desa setempat yang terjangkit penyakit akibat nyamuk aedes aegypti tersebut. 

[irp]

"Benar, ada dua orang yang terjangkit di Kelurahan Setono. Satu dewasa dan satu anak-anak. Umur 20 tahun dan 13 tahun," ujar Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo,  Edy Kusnanto saat ditemui di kantornya, Jumat (9/4/2021). 

Mereka berdua berasal dari satu desa tapi beda RT. Keduanya juga sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo. 

"Ini sudah sembuh. Trombositnya sudah normal," imbuhnya.

Lebih lanjut diungkapkan, saat ini di lingkungan Kelurahan Setono juga sudah dilakukan fogging. Untuk fogging pertama dilakukan pada 8 April 2021 lalu. 

"Fogging kedua Kamis minggu depan, tanggal 15 April 2021 nanti. Jika tidak ada agenda mendadak untuk fogging lainnya," tambah Edy. 

Namun demikian, Edy mengklaim bahwa kasus DBD di bumi reog---sebutan untuk Kabupaten Ponorogo---jauh menurun. Pasalnya dari bulan Januari sampai tanggal 8 April hanya ditemukan 30 penderita. 

"Itu berbanding jauh dengan tahun lalu. Ada 94 penderita selama bulan Januari sampai April," bebernya. 

Selanjutnya dijelaskan, untuk pelaksaan fogging sampai saat ini tercatat sudah dilakukan di 6 titik. Antara lain di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan; Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Ponorogo; Desa Demangan, Kecamatan Siman; Desa Sidorejo, Kecamatan Pulung; Desa Ciluk, Kecamatan Kauman; dan Desa/Kecamatan Sukorejo. 

"Walaupun turun tetap harus waspada. Kami sudah fogging di beberapa lokasi yang warganya terjangkit DBD," pungkasnya. (nul)

Editor :