KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Laporan kemunculan Harimau di sekitar pemukiman warga di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang pada November tahun 2020 lalu ditindaklanjuti. Kini Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasang 7 buah kamera pengintai.
[irp]
Pemasangan kamera ini sejatinya sudah dilakukan Januari 2021 kemarin. Dan, sekarang memasuki tahap evaluasi hasil rekaman dari sebagian kamera.
Kepala Desa Nyawangan, Sabar mengungkapkan, sejak dipasang kamera tersebut tidak ada lagi laporan warga melihat Harimau. "Tidak ada mas laporan-laporan lagi," ujarnya, Selasa (6/4/2021).
Pihaknya pum meminta warga untuk tetap tenang. Tidak perlu khawatir, atau bahkan menjadi takut beraktivitas seperti biasa pasca kabar temuan Harimau.
"Saya kira warga juga tidak takut atau cemas, karena laporan yang katanya kemarin ada Harimau itu juga belum bisa dibuktikan," terangnya.
Menurutnya, temuan Harimau jenis tutul atau biasa disebut sebagai Harimau pohon oleh warga memang pernah terjadi. Tetapi, kejadian waktu itu sudah berlangsung sekitar 6 tahun silam di hutan lindung. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari pemukiman warga.
"Ukurannya kecil Harimaunya, itupun jauh di hutan lindung mas, lokasinya 10 kilo dari pemukiman," ucapnya.
Pihaknya juga yakin bahwa populasi hewan buruan Harimau di hutan lindung masih cukup banyak dan terjaga. Karena itu, potensi mendekatnya Harimau ke pemukiman warga sangat kecil. "Nah, itu di sana masih banyak hewan buruannya, jadi kecil kemungkinan turun," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Resort BKSDA RKW 02 Blitar, Jiko Dwiyono mengatakan, kini masih ada 4 kamera pengintai yang masih terpasang di titik diduga jalur kemunculan Harimau. "Masih ada 4 yang belum kita lepas, yang 3 sudah kita lepas dan kita sedang proses lihat hasilnya," ucap Joko. (nul)
Editor : Iman