KLIKJATIM.Com I Probolinggo - Rumah dinas Wali Kota Probolinggo dilengkapi dengan dua sumur tua. Keberadaan dua sumur tersebut diwarnai cerita misteri. Konon, ada penunggunya yang menyerupai pasangan noni dan menir Balanda.
[irp]
Dadang Wijaya, petugas kebersihan rumah dinas mengaku sering melihat penampakan makhluk halus penunggu sumur. Wujudnya laki-laki muncul dari sumur sebelah timur lalu berjalan menuju kamar yang ditempati Dadang. Selain bertugas bersih-bersih, Dadang juga menjaga rumah dinas dengan menempati salah satu kamar di rumah yang berada di Jalan Panglima Sudirman itu.
Sedangkan di sumur barat ada makhluk berwujud perempuan seperti noni-noni Belanda. “Tidak mengganggu, hanya nenampakkan diri,” ujarnya.
Dadang yang tinggal di rumah dinas sejak era Walikota HM Buchori memastikan kedua mahluk itu sampai sekarang masih ada. Hanya saja dia tidak bisa memaskan kapan waktunya menampakkan diri. “Malam hari terus. Enggak, saya tidak takut karena tidak mengganggu,” katanya.
Menariknya, letak dua sumur itu, bila ditarik garis lurus berjajar dengan lima sumur lainnya di sekitar rumah dinas. Seperti sumur di gedung yang kini ditempati Bank Taspen, Benglap (Bengkel dan Perlengkapan) TNI dan Kantor Satpol PP serta Makodim 0820. Totalnya ada tujuh sumur yang dibuat lurus.
Walikota Hadi Zainal Abidin mengaku tidak tahu mengapa 7 sumur tersebut dibuat lurus. Bahkan, ia juga tidak tahu kapan dua sumur yang ada di rumdin dibangun. Apakah di zaman penjajahan Belanda atau masa usai kemerdekaan. “Kami tdak tahu. Coba sampeyan telusuri,” kata Walikota.
Meski begitu, Walikota Hadi menyatakan kalau mulai dari rumdin hingga Makodim, semasa pendudukan Belanda ditempati Residen beserta pembesar Belanda. Dimungkinkan, di bawah sumur ada sumber atau sungai bawah tanah. “Informasinya, kalau Belanda bikin sumur, tepat pada sumber air. Kenapa Lurus? Mungkin sumbernya satu garis,” katanya.
Dua sumur tua yang ada di rumdin masih ada sampai saat ini. Hanya, satu sumur di sisi timur ditutup dengan sirap kayu agar tidak membahayakan. Sedangkan sumur sisi barat, meski ditutup dengan jeruji besi, namun masih berfungsi. “Airnya kami pakai untuk nyiram halaman dan taman. Airnya masih bagus,” tambah Walikota.
Saat ditanya tentang makhluk astral penunggu sumur, Walikota Hadi berterus terang tidak pernah kelihatan. “Enggak tahu saya. Enggak pernah kelihatan. Coba tanya ke pegawai yang pernah dinas di sini. Atau ajudan walikota sebelumnya,” lanjutnya.(rtn)
Editor : Redaksi