KLIKJATIM.Com | Lamongan--Pemkab Lamongan berharap pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) agara tidak tertipu oknum yang bisa meloloskan tec CPNS. Bahkan, Polres Lamongan juga diminta mengawasi proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan, Bambang Hadjar, menjelaskan, pada rekrutmen CPNS tahun ini Lamongan mendapat kouta sebanyak 490 formasi.
[irp]
"Dari 490 tersebut, terdiri dari 81 formasi untuk tenaga teknis, 301 untuk tenaga pendidikan dan 108 untuk tenaga kesehatan," papar Bambang Hadjar, Kamis (12/11/2019).
Bambang Hadjar juga berharap masyarakat atau peserta ujian CPNS agar tidak mudah percaya kepada pihak manapun, meski mengatasnamakan institusi BKN atau BKD untuk dapat meloloskan mereka dalam rekrutmen tersebut.
“Bagi masyarakat atau peserta ujian, jangan mudah percaya walaupun mengatasnamakan institusi BKN atau BKD untuk dapat meloloskan, karena dengan sistem online tidak ada kemungkinan atau peluang untuk melakukan sesuatu, mengingat nilai yang lolos juga bisa diketahui secara langsung,” kata Bambang Hadjar memberi imbauan.
[irp]
Di sisi lain, Kepolisian Resort (Polres) Lamongan juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi. “Hati-hati dan lebih waspada, jangan percaya terhadap orang yang mengimingi-imingi untuk lulus lewat jalur khusus,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.
Menurutnya, solusi terbaik bagi peminat atau pendaftar adalah mempersiapkan diri secara maksimal, yaitu dengan belajar untuk memperkaya pengetahuan. “Intinya harus percaya diri dan yakin terhadap kemampuan diri sendiri,” tandas AKBP Feby.(bis/mkr)
Editor : Redaksi