KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Tertukarnya jenasah pasien Covid-19 hingga tiga kali oleh Rumah Sakit Umum ( RSU) Darmayu Ponorogo berbuntut panjang. Kali ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Ponorogo geram.
[irp]
"Bisa jadi nanti kami hearing. Baik itu Dinkes, BPBD maupun pihak rumah sakitnya. Karena ini bentuk kecerobohan," ujar Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Senin (29/3/2021).
Dia menyebutkan tertukarnya jenasah pasien Covid-19 hingga ada yang terpaksa dibongkar makamnya itu. Itu akibat kecerobohan pihak rumah sakit.
Dia menduga kasus seperti ini banyak terjadi namun tidak terungkap ke publik. Dia menyesalkan atas kejadian tertukarnya jenazah.
"Karena tidak hati-hati dan ceroboh. Sehingga jenasah bisa tertukar. Padahal disana ada keterlibatan dari BPBD, rumah sakit, Dinkes. Jangan-jangan kalao tidak ada keterlibatan dengan itu semua, ada yang tertukar tapi tidak kelihatan. Kasihan keluarganya," tambah politisi partai PKB ini.
Kegeraman kalangan Legislatif ini, menurutnya beralasan. Lantaran pihaknya pernah mensaksikan sendiri, jenasah pasien Covid tertukar, dan terpaksa harus dibawa kembali.
"Itu kejadian yang pertama di makam Batoro Katong, kita sempat melihat ada tertukar tapi ditarik beruntung belum dimakamkan. Yang paling parah terakhir ini sampai dimakamkan padahal tertukar," ungkapnya.
Menurutnya, kedepan dia akan berkordinasi dengan Komisi D yang membidangi kesehatan, untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan RSU Darmayu, pun dengan BPBD dan Dinkes Ponorogo terkait hal ini.
"perlu ada evaluasi besar-besaran, mengingat penanganan jenasah menggunakan anggaran Covid-19 daerah. Apalahi pakai anggaran Covid. Akan kita minta komisi yang membidangi untuk memanggil tim yang terlibat ini. Nanti kita kordinasikan," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, dua jenazah Covid 19 di Ponorogo tertukar, Rabu (24/3/2021). Bahkan salah satu di antaranya sudah dikuburkan di pemakaman Bibis, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.
Dari data yang ada jenazah pertama bernama Agus Setiono (57) warga Kecamatan Badegan. Sementara jenazah kedua Andra Yudi Sambodo (37) warga Kecamatan Ponorogo. (bro)
Editor : Fauzy Ahmad