KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sekitar 1.300 rumah di Bojonegoro rusak akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Hal ini mengundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah untuk mengunjungi para korban pada Selasa (12/11/2019) siang. Keduanya meminta BPBD Kabupaten Bojonegoro dan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mendata dan mengidentifikasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari ribuan rumah yang rusak itu agar bisa diprioritaskan untuk dibangun.
Khofifah Indar Parawansa dan Anna Muawwanah mendatangi rumah Kasihani, 50, warga Desa Prambatan Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Rumah Kasihani rata tanah dengan tanah akibat angin kencang. Bersama beberapa pejabat lain, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bojonegoro itu menyampaikan beberapa bantuan.
[irp]
Mantan Menteri Sosial itu menyebutkan, rumah yang terkena angin puting beliung di Bojonegoro masuk kategori darurat. Sebab ada sekitar 1.300 rumah lebih yang rusak, baik ringan ataupun berat. "Menurut data dari BPBD Provinsi Jawa Timur, rumah-rumah itu tersebar di 12 kecamatan. Ini sudah tergolong darurat. Rumahnya perlu diidentifikasi," ujarnya.
Ketua Muslimat NU ini mencontohkan, rumah yang dikunjungi ini adalah rumah yang tergolong Rutilahu. Apabila belum dimasukan data Rutilahu maka harus dimasukan. Apabila sudah dimasukan maka tahun 2020 harus segera diperbaiki melalui program bantuan. "Harus bergerak cepat. Kalau belum masuk dimasukkan, kalau sudah masuk harus diprioritaskan tahun 2020," tegasnya.
Khofifah juga menyampaikan, Pemkab Bojonegoro agar terus berkordinasi dengan Pemprov Jatim dalam menangani musibah angin kencang ini. Dia berharap bantuan tidak terduga disalurkan secara cepat dan tepat. "Pemkab dan Pemprov boleh menyalurkan bantuan itu. Karena memang sudah dianggarkan," ucapnya.
Selain memberikan bantuan tidak terduga, Khofifah juga mengingatkan agar ada solusi yang lebih berkelanjutan. Bencana memang tidak bisa diduga datangnya. Tetapi, bencana bisa diantisipasi. "Kalau rumahnya kokoh kan tidak sampai roboh. Intinya juga harus ada bantuan renovasi atau kontruksi rumah tidak layak huni," tandasnya.
[irp]
Sementara itu, Kasihani mengatakan sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan. Dia merasa sedih sudah tidak punya apa-apa dan tidak bisa berbuat banyak melihat rumahnya rusak parah. "Semoga pemerintah benar-benar mau membantu kami," katanya. (Af/bro)
Editor : M Nur Afifullah