KLIKJATIM.Com | Malang - Sebanyak 7.226 orang keluarga penerima manfaat (KPM) menerima Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD). Bantuan senilai Rp 125 ribu berupa uang elektronik setiap bulan untuk pembelian beras tersebut diserahkan Wali Kota Malang Sutiaji.
[irp]
Dalam kesempatan itu Wali Sutiaji mengapresiasi terobosan Dinsos P3AP2KB Kota Malang melaunching Bantuan Pangan Non Tunai Daerah. Besaran nilai bantuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 12�ri tahun lalu yakni sejumlah Rp 110 ribu. Melalui bantuan itu, akan semakin membantu Puskessos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang selama ini melakukan pendampingan masyarakat.
“Ini semakin memudahkan teman-teman Puskesos untuk membimbing saudara-saudara kita. Dulu harus nulis, sekarang hanya klik sudah bisa masuk untuk pembelanjaan di e-warung. Kalau dulu kan harus gesek, sekarang sudah pakai sistem pakai barcode,” kata wali kota.
Sutiaji menyebut bantuan tersebut diperkirakan akan menaikkan angka inflasi. Namun, dengan naiknya angka inflasi, maka akan meningkatkan pula daya beli masyarakat. saat ini kita pertumbuhan kemarin saya tanyakan pada BPS karena banyak bantuan dari pusat dan daerah belum jalan, sehingga inflasi kita kemarin masih rendah,” bebernya.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani sepakat. Dengan BPNTD distribusinya bisa lebih transparan lewat 53 e-warung di Kota Malang. “Kadang kadang saat pembagian beras tingkat RW ada istilah bagi roto. Jadi yang kena kan dinas ya. Kok saya tidak menerima 10 kilo?,” terangnya.
“Karena sudah dibagi rata sama RWnya. Sekarang kalau dengan kartu kan yang dipegang kartunya. Pribadi, jadi kita aman,” pungkasnya. (ris)
Editor : Redaksi