KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Peristiwa kebakaran di Pasar Campurdarat, Kabupaten Tulungagung pada Rabu (17/3/2021) dini hari langsung direspon oleh Bupati Maryoto Birowo. Bahkan, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Tulungagung ini tampak turun sendiri untuk meninjau ke lokasi kejadian.
[irp]
Bupati Maryoto mengatakan, pembangunan kembali pasar Campurdarat pasca insiden kebakaran diupayakan bisa segera dilakukan pada tahun ini. Untuk anggarannya masih akan dibahas lebih lanjut lagi. Apakah dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau dari APBD Tulungagung sendiri?
"Tentu akan dibangun lagi tahun ini. Untuk anggarannya nanti kita jajaki, kemungkinan dari pemerintah pusat, apa provinsi, nanti kita jajaki. Kalau ndak, ya dari daerah sendiri," tuturnya.
Bupati Maryoto pun mengungkapkan, rencana pembangunan di Pasar Campurdarat ini sejatinya sudah ada sebelum kejadian kebakaran. Proses pendataan terhadap 400 pedagang sebagai pemilik lapak pun dilakukan setahun lalu. Tapi karena terjadi pandemi Covid-19, sehingga rencana untuk merenovasi pasar akhirnya tertunda sampai sekarang.
"Dulu memang pernah dilakukan, mungkin sudah cukup lama, karena memang ada rencana tapi terkendala pandemi ini," ujarnya.
Secara fisik kondisi pasar campurdarat memang masih layak. Tapi renovasi diperlukan sebagai upaya peremajaan di pasar rakyat tersebut. "Kondisinya masih layak, tapi renovasi tetap dibutuhkan," ucapnya.
Kabid Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Tulungagung, Junaedi menambahkan, saat ini pihaknya akan menyiapkan tempat penjualan sementara (TPS). Rencana pemindahan ke tempat sementara ini akan dibahas bersama, termasuk melibatkan para pedagang yang menjadi korban kebakaran kemarin.
"Biasanya yang tidak terbakar ini nantinya juga akan ikut pindah ke TPS. Sebab yang lainnya kan ke sana semua, mereka biasanya juga mikir kalau tidak ikut ke TPS, tidak akan dapat pembeli," terangnya.
Ada beberap potensi bisa digunakan sebagai TPS. Misalnya di dalam pasar yang tidak terbakar atau lapangan Campurdarat, karena jaraknya juga tidak jauh dari lokasi pasar. Namun keputusan semua itu akan dibahas bersama dengan para pedagang.
"Nanti masih akan dibahas dengan forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), besok dibahas dengan instansi lain di kabupaten. Kalau usulan itu ada lokasi di dalam pasar yang tidak terbakar, kemudian ada lokasi lainnya lagi di lapangan Campurdarat. Tapi ini masih usulan," ucapnya.
Perlu diketahui, bahwa Pasar Campurdarat merupakan pasar rakyat di Tulungagung yang beroperasi hampir 24 jam. Untuk bagian depan pasar merupakan ruko dengan bangunan permanen. Sedangkan bagian dalamnya berisi lapak-lapak pedagang dari bangunan semi permanen.
Akibat insiden kebakaran pada Rabu (17/3/2021) dini hari kemarin, sekitar 70 persen kios di dalam pasar pun hangus terbakar. Untungnya tak sampai ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Kerugian kemungkinan Rp 1 Miliar mas. Soalnya itukan pasar basah, jadi barang dagangannya itu kebanyakan sayur-sayuran. Kemudian ada juga tadi 3 ruko di sebelah Timur, yang terbakar juga. Itu ruko jualan perancangan," ujarnya. (nul)
Editor : Iman