KLIKJATIM.Com | Lamongan — setelah sempat surut di awal Februari lalu, sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan kembali dilanda banjir. Meski tidak sebesar yang pertama, banjir susulan akibat luapan sungai ini telah merendam sekitar 5.947 rumah di enam kecamatan.
[irp]
Kasi tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin menjelaskan, banjir kali ini merupakan gelombang kedua alias banjir susulan. "Ini banjir susulan, (banjir) kemarin lebih besar, hampir (menenggelamkan) 6000 berapa itu (rumah)," jelasnya.
Banjir susulan ini, lanjut Muslimin, sudah melanda sejak akhir Februari. "Awal Maret sudah mulai ada tren air naik ini," lanjutnya.
Namun demikian hingga saat ini pihaknya mengakui belum menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak langsung. Sebab kondisi cuaca yang belum memungkinkan.
"Untuk sementara ini belum, jadi kita menunggu waktu yang tepat, karena cuaca yang ekstrim kali ini dimungkinkan ada naik air. Jadi kita menunggu waktu aja (cuaca normal)," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dilaporkan BPBD Kabupaten Lamongan, banjir susulan ini merendam 5.947 rumah, dengan jumlah KK terdampak sebanyak 5.957, dan 27.419 jiwa. Jumlah itu tersebar di Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, Turi, dan Karanggeneng dengan ketinggian air mulai dari 25 sentimeter (cm) sampai yang tertinggi hingga 85 cm.
Adapun kerugian ekonomi akibat banjir susulan ini ditaksir mencapai 25.571.700.000 rupiah. Jumlah itu didapat dari luasan lahan tambak yang tersapu banjir seluas 7.623 Hektare (ha). (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar