klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ada Penolakan, Rencana Penebangan Masal Pohon Sonokeling Diurungkan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Santoso saat memeriksa salah satu tunggak pohon Sonokeling yang dilakukan pembalakan. (Iman/klikjatim.com)
Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Santoso saat memeriksa salah satu tunggak pohon Sonokeling yang dilakukan pembalakan. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Usulan pemotongan terhadap 124 Pohon Sonokeling di sepanjang Jalan Raya Kabupaten Tulungagung kini muncul. Pasalnya ada potensi pembalakan pohon dengan nilai jual kayunya yang cukup tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, sepanjang tahun 2019 hingga 2020 ada upaya pembalakan puluhan pohon Sonokeling dengan berbagai kedok.

[irp]

Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Santoso menegaskan, bahwa usulan pemotongan seluruh pohon Sonokeling tersebut gagal dilaksanakan. Kebijakan ini diambil karena pecinta lingkungan di daerah setempat menolaknya.

"Ya karena teman teman pecinta lingkungan tidak setuju dengan itu, ngapain juga saya masih ngotot kalau sudah ada yang ndak setuju. Ya sudah, rencana awal itu tidak dilaksanakan," ujar Santoso saat ditemui di kantornya.

Pihaknya pun enggan bersikukuh untuk mewujudkan usulan tersebut. Sejatinya dari potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemerintah dan masyarakat lebih banyak, ketika ratusan pohon tersebut dipotong kemudian dilelang dan hasilnya dimasukkan ke dalam kas daerah.

Jika dilelang, secara hitungan kasar sebanyak 124 pohon Sonokeling yang berusia sekitar 30 tahun tersebut hasilnya bisa mencapai Rp 4 Miliar. Lalu dari hasil penjualan tersebut bisa digunakan untuk anggaran reboisasi, dengan jumlah pohon yang bisa mencapi puluhan kali lipat dibandingkan dengan jumlah pohon Sonokeling saat ini.

"Misal saja kita dapat Rp 4 Miliar kemudian untuk reboisasinya, ambil saja misal Rp 1 Miliar, itu sudah dapat pohon lain yang jumlahnya 10 kali lipat dibanding jumlah Sonokeling sekarang. Artinya dari segi penghijauan dan jumlah oksigen tentu lebih menguntungkan masyarakat," jelasnya.

Santoso menjelaskan, kini pihaknya fokus untuk mendata pohon Sonokeling yang masuk kategori rawan tumbang. Dari data tersebut akan dilakukan penebangan pohon untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana yang mengakibatkan korban jiwa. Terlebih saat ini musim hujan disertai angin di Tulungagung.

"Masih kita data dari jumlah itu, mana yang kondisinya memang sudah tak layak dan mau roboh. Kita akan fokus untuk memotong pohon itu saja. Artinya tidak hanya Sonokeling saja, tapi juga pohon lain," pungkasnya. (nul)

Editor :