klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lansia Masuk Daftar Penerima Vaksin Tahap Kedua, Jumlah Sementara di Tulungagung 63.037 Orang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmad. (Iman/klikjatim.com)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmad. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Untuk kalangan masyarakat lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tulungagung dijadwalkan segera mendapatkan vaksin Covid-19. Pasalnya, mereka sudah masuk dalam daftar penerima vaksin untuk gelombang atau tahap kedua.

[irp]

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmad mengungkapkan, bahwa masyarakat di atas usia 60 tahun sudah masuk kategori lansia yang akan menjadi salah satu komunitas penerima vaksin tahap kedua ini. "Lansia masuk tahapan ini, tahap kedua ini. Ini masih kita kumpulkan data dari desa," ujar Kasil saat memantau pelaksanaan penyuntikkan vaksin dosis kedua untuk sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, dan tokoh masyarakat hingga pekerja media di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (10/3/2021).

Namun, lanjut Kasil, untuk pelaksanaan pastinya vaksinasi kepada lansia di daerah setempat masih menunggu instruksi dari pusat. Karena saat ini masih diprioritaskan untuk lansia di Ibu Kota Provinsi. "Sekarang masih nihil vaksinasinya, kan yang didulukan lansia di Ibu Kota Provinsi yang divaksin dulu," ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, saat ini terdapat 67.037 lansia di Tulungagung. Jumlah tersebut merupakan data yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada Pemkab Tulungagung. Tetapi jumlah ini masih berpotensi akan bertambah setelah adanya pendataan dari Pemkab Tulungagung sendiri. "Kalau prediksi kita bisa lebih dari 100 ribu Lansia, kita sudah siapkan untuk itu," tuturnya.

Secara teknis dijelaskan, untuk pemberian vaksin kepada lansia tidak sama dengan penerima vaksin yang berusia di bawah 60 tahun. Jeda pemberian vaksin untuk lansia disebutkan lebih lama dibandingkan kategori umum.

Jika pada penerima vaksin bukan lansia, jeda pemberian vaksin dosis pertama dan kedua berjarak selama 14 hari. Tapi bagi lansia untuk jeda pemberian vaksin dosis kedua bisa mencapai 28 hari.

"Karena memang kondisi fisiknya tidak sama, metabolismenya kan sudah beda. Sehingga jeda waktu pemberian dosis keduanya juga beda," terangnya.

Selanjutnya, untuk capaian vaksinasi tahap kedua ini sudah di atas angka 13 ribu penerima. Bertahap akan terus dilakukan sampai memenuhi target vaksinasi untuk tahap kedua sebanyak 225 ribu penerima.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah menerima vaksin lengkap dua dosis, agar tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini. (nul)

Editor :