klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

KIPI Covid-19 Tulungagung Tak Sampai 1 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seorang warga mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Seorang warga mendapatkan vaksinasi Covid-19.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan sejumlah calon penerima vaksin, padahal sesuai dengan data yang disampaikan oleh Komisi Daerah (Komda) KIPI Kabupaten Tulungagung, angka temuan KIPI dalam vaksinasi Covid-19 sangat sedikit.

[irp]

Ketua Komda KIPI Tulungagung, Zuhrotul Aini yang ditemui di Pendopo pada Rabu (10/03) tadi mengatakan, dari data yang dimilikinya, angka KIPI pada penyuntikan tahap pertama yang lalu ada di angka 2 persen sedangkan untuk data pada penyuntikan tahap kedua ini angka KIPI nya turun dibawah 1 Persen.

"Tahap pertama kemarin itu dua persen, tahap kedua ini hanya 0,7 persen ndak sampai 1 persen, itu data yang kita miliki," ujarnya.

Aini mengungkapkan, menurunnya angka temuan KIPI ini dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah kesiapan masyarakat yang masuk dalam daftar penerima vaksin pada tahap kedua ini.

Sehingga mereka sudah siap untuk mendapatkan suntikan vaksin dan tidak merasakan hal hal yang menjadi ikutan pasca Imunisasi.

Dengan adanya kesiapan ini, maka kejadian ikutan yang sifatnya tidak serius dianggap sebagai kejadian biasa, dan penerima vaksin pun tidak merasa terganggu dan bisa beraktifitas seperti biasa.

"Salah satunya itu kesiapan masyarakat untuk menerima vaksin, sehingga kalaupun muncul gejala ringan usai divaksin, sudah bisa diatasi dan penerima vaksin bisa beraktifitas seperti biasa," ungkapnya.

Selain angka temuan KIPI yang sedikit, Aini menyebut, KIPI yang ditemukan juga masuk dalam kategori ringan.

Mulai dari merasa nyeri di bekas suntikan, kemudian merasa flu pada malam hari pasca menerima suntikan sehingga tidak sampai diperlukan perawatan untuk penyembuhan KIPI yang dialaminya.

"Gejala yang dirasakan itu masuk kategori ringan, ndak sampai dirawat di rumah sakit, gejalalnya itu ada yang nyeri di bekas suntikan kemudian ada yang merasa seperti flu pada malam hari, tapi ndak sampai dilakukan perawatan," jelasnya.

Pihaknya berharap, semakin menurunnya angka temuan KIPI ini berimbas pada kepercayaan diri masyarakat penerima vaksin di Tulungagung. (bro)

Editor :