KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim terus berkomitmen mendukung gerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Saat ini, upaya yang tengah dilakukan yaitu memberikan panggung bagi pemilik UMKM di Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri-1 yang diinisiasi Bank Indonesia.
[irp]
"Dengan adanya acara ini, UMKM pilihan yang sudah mendunia terlihat. Ini juga menunjukkan bahwa UMKM sudah di level terbaik. Acara ini tentunya juga bisa menjadi teladan bagi yang lainnya untuk terus berkembang," ujar Emil di Gedung Museum De Javasche Bank, Rabu (3/3/2021).
Emil juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang ikut mendukung penuh geliat pengembangan UMKM di Jatim. Harapannya, dengan gerakan tersebut, UMKM Jatim semakin mengembangkan pasar mereka di ranah internasional.
"UMKM di Jatim ini sangat kaya. Kaya secara kreatifitasnya, kualitasnya, prestasinya. Menurut kami, semuanya akan punya potensi untuk mengembangkan pasar di sana. Apapun UMKM nya, pemprov akan memberikan dukungan penuh dengan bimbingan Dekranasda Jatim," katanya.
Menurut Emil, prestasi serta kualitas UMKM yang ada di Jatim merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Pemprov menyadari, Jatim tidak akan mendapatkan prestasi di bidang UMKM jika hanya berjalan sendiri.
"Ini yang menjadi arahan Ibu Gubernur. Pemprov harus bermitra dengan berbagai pihak, salah satunya adalah Bank Indonesia yang memiliki kepedulian luar biasa dan juga punya kualitas sangat tinggi tentang kurasi terhadap UMKM yang potensial," jelasnya.
Emil juga mengapresiasi upaya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim Difi Ahmad Johansyah yang mengemas acara tersebut secara klasik dan sangat atraktif. Bahkan, dirinya sangat merespon penuh jika gelaran KKI yang rencananya akan digelar Agustus 2021 mendatang itu dapat dilaksanakan di Jatim sebagai tuan rumah.
"Kami sudah mengantisipasi bahwa pemerintah akan mereaktivasi kegiatan masyarakat. Kemarin dengan Menteri Parekraf yang difasilitasi oleh Unesa kami sepakat mendorong Wisata Lereng Bromo sebagai bentuk realisasi Perpres no 80. Jadi tentunya salah satu yang menjadi opsi adalah Kawasan Lereng Bromo. Namun, sekali lagi, tentunya akan saya bahas lebih lanjut dengan Ibu Gubernur dan dinas terkait," jelasnya.
Sementara Difi mengatakan, masyarakat tidak perlu meragukan UMKM Indonesia, utamanya di Jatim. Menurut hasil kurasi BI Wilayah Jatim, dirinya pun menegaskan kembali pernyataan Emil bahwa seluruh UMKM berpotensi menapakkan kaki di kancah internasional dengan keunikan dan kreatifitasnya.
"Kami hanya tinggal memfasilitasi untuk masuk ke pasar internasionalnya. Tentunya dengan bergandeng tangan dengan pemprov dan pihak terkait, kita bisa membawa UMKM di Jatim bersaing secara global dengan tidak meninggalkan kurasi agar sesuai dengan pasar yang ada di luar negeri," tandasnya. (bro)
Editor : Redaksi