klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tumpukan Sak Limbah Indolakto di Kawasan Hutan Produksi Jadi Sorotan Warga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Nampak karung sak berisi limbah ampas susu yang menumpuk di kawasan Hutan Produksi. (Didik N/klikjatim.com)
Nampak karung sak berisi limbah ampas susu yang menumpuk di kawasan Hutan Produksi. (Didik N/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Pasuruan – Puluhan tumpukan karung sak yang diduga limbah dari Indolakto di kawasan hutan produksi Desa Dawuan Sengon, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan warga. Sebab limbah berupa ampas susu tersebut menimbulkan bau tak sedap.

Selain itu, limbah tersebut dikhawatirkan malah mencemari hutan. “Tumpukan karung sak di situ sudah ada sekitar dua minggu yang lalu,” ujar Reni (42), warga setempat, Sabtu (26/10/2019).

[irp]

Menurutnya, bau limbah yang dibungkus menggunakan karung sak berwarna putih dan biru tersebut sangat menyengat. Tak heran beberapa warga yang melintas terpaksa sesekali menutup hidung.

"Pasti ada pihak tertentu yang sengaja mendatangkan limbah-limbah itu mas," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Lawang Timur KPH Pasuruan, Dalih mengakui telah mendatangkan limbah ampas susu milik Indolakto tersebut. Rencananya limbah itu digunakan untuk pupuk organik.

"Kami yang mendatangkan limbah-limbah itu, karena bagus digunakan pupuk," tutur Dalih.

[irp]

Pria asli Trawas Mojokerto ini menuturkan, pihaknya juga sudah mendapatkan izin dari ADM Perhutani, untuk mendatangkan limbah-limbah tersebut. Karena dinilai sebagai inovasi, sehingga mendapat persetujuan.

"Kalau berhasil, limbah-limbah ini akan digunakan memupuk hutan produksi sengon, pinus kopi dan lainnya," tutupnya.

Dapat diketahui, puluhan karung sak berisi limbah ampas susu berada di kawasan hutan produksi wilayah Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di petak 6, luas 57.0 hektare. (dik/hen)

Editor :