KLIKJATIM.Com | Surabaya - Forkopimda Jatim kembali menggagas satu gerakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Kali ini, Polda Jatim mencanangkan Gerakan Santri Bermasker.
[irp]
Pada saat pencanangan, perwakilan santri dan santriwati dari Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo membacakan Ikrar Santri Jawa Timur. Dimana, terdapat 5 poin yang menjadi hal penting dalam ikrar tersebut.
Pertama yaitu selalu memakai masker dalam setiap kegiatan di dalam dan luar pondok pesantren. Kedua, selalu menjaga jarak antar santri maupun orang lain. Ketiga, menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Keempat, membatasi mobilitas dan interaksi yang tidak perlu. Kelima, menghindari kerumunan dengan jarak minimal satu meter.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar para santri dalam memakai masker tidak hanya sekedar memakai saja. Namun harus dengan cara yang benar.
"Gerakan santri bermasker menjadi ikhtiar bersama untuk saling melindungi satu sama lain, sehingga bisa saling terlindungi dari Covid-19. Karenanya, bagi para santri tidak bisa satu bermasker, satunya lagi melepas masker," ujar Khofifah, Kamis (25/2/2021).
Gerakan Santri Bermasker ini, kata dia, bisa menjadi bagian penguatan dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan di Jatim. Apalagi di Jatim terdapat lebih 6 ribu pondok pesantren, dengan jumlah santri mencapai sekitar 900 ribu lebih.
"Jumlah santri di Jatim cukup banyak, dan kegiatan mereka juga sangat padat. Karenanya, protokol kesehatannya harus betul-betul dikawal," terangnya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan untuk mendukung gerakan tersebut, pihaknya juga membagikan sebanyak 1.212.000 masker untuk pondok pesantren yang ada di Jatim. "Santri menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi Covid-19," pungkasnya. (rtn)
Editor : Redaksi