KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Gerakan Gerakan Santri Bermasker mendapat dukungan forkopimda Bojonegoro. Secara simbolik dukungan ini diwujudkan dengan penyerahan bantuan 5000 masker untuk santri di Bojonegoro. Penyerahan bantuan dilakukan Forkopimda di Mapolres Bojenegoro.
[irp]
Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan Gerakan Santri Bermasker bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ini sebagai upaya bersama-sama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Gerakan santri bermasker ini sebagai langkah preventif agar ponpes tidak menjadi klaster baru Covid-19. Kami mengajak para Kyai dan ulama di Bojonegoro untuk ikut membantu agar gerakan santri bermasker ini bisa membantu menekan angka penyebaran virus Covid-19," kata AKBP Eva Guna, Jumat (26/2/2021)
Sedbelumnya dalam pencanangan Gerakan Santri Bermasker digelar Polda Jawa Timur diikuti secara virtul Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813/Bojonegoro, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kejaksaan Negeri Bojonegoro, para pejabat utama Polres Bojonegoro, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro dan pengasuh ponpes Ar Rosyid. Hadir pula Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Pengurus Daerah(PD) Muhammadiyah, PC NU Kabupaten Bojonegoro, perwakilan ponpes Al Fatimah dan ponpes Ar Rosyid.
Kapolda Jatim Nico Afinta secara virtual menjelaskan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19.
"Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19," ucap Kapolda Jawa Timur
Setelah mengikuti launching pencanangan "Gerakan Santri Bermasker" dengan virtual, para Forkopimda Bojonegoro membagikan masker sebanyak 5.000 secara simbolis yang diterima oleh perwakilan santri.(rtn)
Editor : M Nur Afifullah