klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pecahkan Problem Masyarakat, Lima Pelajar Gresik Ciptakan Popok Bayi Ramah Lingkungan di Ajang AISEEF 2021

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lima siswi MTa Ihyaul Ulum yang berhasil meraih medali perak di Ajang AISEEF. (Ist)
Lima siswi MTa Ihyaul Ulum yang berhasil meraih medali perak di Ajang AISEEF. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Dunia pendidikan kota pudak---sebutan untuk Kabupaten Gresik---patut bangga atas prestasi yang diraih oleh Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ihyaul Ulum Dukun. Pasalnya, mereka berhasil membawa pulang medali perak dalam ajang Asean Innovative Science Environmental And Entrepreneur Fair (AISEEF) tahun 2021, atas temuannya terkait popok bayi yang ramah lingkungan.

[irp]

Keberhasilan tim berjumlah lima siswa yang menempati peringkat dua ini diumumkan saat Closing Ceremony AISEEF, pada Selasa (23/2/2021) kemarin dan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube. Artinya dengan penobatan ini, mereka sukses menyingkirkan para pesaingnya yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Iran. 

Kelima pelajar yang tergabung dalam satu tim tersebut antara laiannya Pelangi, Rinda, Ayunda, Lily dan Eksiola. Mereka melakukan penelitian karena diberlatarbelakangi keprihatinan terhadap banyaknya limbah popok bayi yang dibuang sembarangan. Sehingga lahirlah keinginan untuk memecahkan problem masyarakat ini.

“Banyak masyarakat belum sadar bahwa limbah popok bayi sangat berbahaya bagi lingkungan. Selain tidak elok dipandang, gel popok bayi buatan pabrik sangat sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan,” terang Ketua Tim KIR MTs Ihyaul Ulum Dukun, Pelangi, Rabu (24/2/2021). 

Setelah enam bulan bekerja keras melakukan riset, mereka berhasil membuat Super Absorbent Polymer (SAP) gel popok bayi yang ramah terhadap lingkungan. Selain diklaim tidak menimbulkan pencemaran, gel popok bayi buatan timnya tidak meyebabkan iritasi pada bayi. 

Karena dalam bahan pembuatan gel berasal dari bahan alami, yaitu ekstrak kulit jeruk bali dan alpukat. Menurutnya, kulit jeruk bali dipercaya mengandung polysakarida dan saponin. Adapun polysakarida merupakan bahan pengganti gel popok bayi buatan pabrik dan saponin berkasiat mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi. Sedangkan kulit alpukat berfungsi sebagai bahan pengikat.

Ditegaskannya, temuan ini sudah melalui beberapa kali pengujian dan hasilnya cukup memuaskan. “Kami sadar kalau temuan ini masih jauh dari sempurna, tetapi kami senang sudah ikut berkontribusi dalam mengatasi pencemaran lingkungan,” tambah Eksiola, salah satu anggota tim yang usianya paling muda. 

Kepala MTs Ihyaul Ulum Dukun, Moh. Syifa’ul Fu’ad mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi siswinya di ajang Internasional ini. “Ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak, baik tim KIR maupun guru pembina karya yang berjudul “eco diaper” eco friendly baby diapers with super absorbent polymer from grapefruit and avocado peel mendapat apresiasi luar biasa dari dewan juri,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, ada salah satu juri dari Institut Pertanian Bogor menyarankan agar ke depan hasil penelitian ini dapat diproduksi secara masal atau dikomersilkan. “Semoga ke depan ini dapat menjadi jalan pembuka bagi madrasah lainnya untuk berprestasi,” tuturnya. 

Perlu diketahui, bahwa AISEEF adalah ajang kompetisi peneliti muda yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Asosiation (IYSA). Total ada 500 peserta dari dalam negeri maupun luar negeri yang mengikuti kompetisi ini.

Seperti tahun sebelumnya, dalam ajang ini telah memperebutkan tiga kategori award di antaranya gold medal, silver medal dan bronze medal. Kemudian untuk bisa meraih medali perak ini, tim KIR MTs Ihyaul Ulum harus berjuang melalui beberapa tahapan. Mulai dari pengiriman abstrak, hasil riset dan saat paling menegangkan adalah presentasi di depan juri. (nul)

Editor :