KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Masih ingat dengan dukun cilik, Ponari asal Jombang. Di Pasuruan juga ada dukun yang muncul dadakan. Tapi seorang perempuan setengah baya. Dia adalah Ningsih Tinampi, asal Warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Jika Ponari melakukan penyembuhan penyakit dengan media batu, Ningsih Tinampi hanya dengan menyentuh pasien. Ningsih kini dijuluki ratu pengobatan alternatif. Konon telah menyembuhkan ribuan orang sakit.
"Saya hanya perantara saja. Yang menyembuhkan hanya gusti Allah," tandas Ningsi pada Klik Jatim.
[irp]Ningsi menceritakan, asal mulanya mendapatkan ilmu menyembuhkan orang sakit dari proses panjang. Dia mengaku, perjalan bahtera rumah tangganya mengalami ujian berat.
"Suami saya punya selingkuhan wanita lain. Ingin tahu penyebab suami saya berubah, sehingga setiap hari saya pergi ke dukun," ucapnya.
Walaupun jalan yang dipilihya salah, dia hanya ingin suaminya lepas dari guna-guna. "Kalau saya cerita perjalan hidup saya sangat berat mas. Sebelum terkena guna-guna, suami saya sangat sayang sama keluarga. Setelah terkana guna-guna jadi kasar bahkan saya mau dibunuh," kata Ningsih sedih sambil mengingat masa lalunya.
"Saya sempat shock dan putus asa menjalani hidup," tambahnya.
Sampai akhirnya, ada tetangga kampung bernama Damon. Dia (Damon) bilang, bahwa Ningsih memiliki kemampuan khusus bisa mengobati orang lain. Tapi ujiannya datang dari suaminya sendiri.
"Wes seng sabar iku ujian teko seng gawe urip. Gak usah ngaboti bojomu, diobati yo percuma kabeh itu ono ujian e (Yang sabar saja, itu ujian dari sang kuasa. Tidak usah berlebihan untuk mempertahankan suamimu, diobati juga percuma. Karena semua itu ujian)," kata Ningsi menirukan nasehat Damon kala itu.
[irp]Lalu, suatu malam Ningsih bermimpi. Dalam mimpinya itu, rumahnya banyak dikunjungi orang. Rata-rata yang berkunjung ke rumahnya adalah orang sakit. Mulai sakit kanker, dan kena santet.
"Dari situ saya disuruh pegang tangan atau badannya ke orang sakit. Dengan kamu megang tubuh orang yang sakit, insya Allah sembuh," ujar Ningsih kembali menirukan sebuah pesan waktu itu.
Cara ini kemudian dipraktikkan saat mengobati pasien pertama yang mengalami masalah dengan kakinya. Ningsih kemudian menendangnya, selain membacakan Alfatihah. Pasien itu sembuh dan bisa berjalan normal kembali.
"Dari situ, banyak pasien yang berkunjung ke rumah saya. Niat saya murni menolong, jadi saya tidak pernah pasang tarif," tambahnya.
Dengan memiliki kemampuan lebih tersebut, dia pun rajin menyembuhkan orang sakit untuk menolong dengan cara keliling kampung. "Dari situ mereka tahu kalau saya bisa menyembuhkan orang sakit melalui jalan pengobatan alternatif," pungkasnya.
Adapun diketahui, hingga saat ini pasien yang berobat mencapai ribuan. Bahkan orang-orang yang hendak berobat sudah masuk di dalam daftar antrian. (dik/rtn)
Editor : Wahyudi