KLIKJATIM.Com | Jember – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember resmi mengoperasikan KA Pandalungan 2 relasi Jember–Gambir pulang-pergi (PP), Kamis (18/6/2026). Penambahan layanan ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api yang nyaman, aman, dan terhubung langsung dari kawasan Tapal Kuda menuju Jakarta.
Perjalanan perdana KA Pandalungan 2 diberangkatkan dari Stasiun Jember pada pukul 09.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Gambir pukul 22.03 WIB. Sementara untuk perjalanan dari Jakarta, kereta berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.25 WIB dan tiba di Jember pada pukul 23.20 WIB.
Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, mengatakan kehadiran KA Pandalungan 2 merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memberikan pilihan jadwal perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
“Peluncuran KA Pandalungan 2 berjalan lancar dan menjadi tambahan layanan dua arah antara Jember dan Jakarta. Kami optimistis tingkat keterisian akan terus meningkat, terutama saat akhir pekan maupun masa liburan sekolah,” ujarnya usai melepas keberangkatan perdana.
Tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Pandalungan menjadi salah satu dasar penambahan perjalanan. Sepanjang 2025, KA Pandalungan tercatat melayani 409.200 pelanggan. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan mencapai 173.977 orang atau meningkat 5,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 165.197 pelanggan.
Antusiasme tersebut juga terlihat pada hari pertama operasional KA Pandalungan 2. Hingga pukul 06.00 WIB, tingkat okupansi perjalanan Jember–Gambir tercatat mencapai 160 persen, sementara jumlah penumpang yang naik dari wilayah Daop 9 Jember telah memenuhi sekitar separuh kapasitas kursi yang tersedia.
“Untuk perjalanan perdana, okupansinya sangat tinggi dan mencapai 160 persen. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat untuk bepergian dari Jember menuju Jakarta maupun kota-kota lain di jalur yang dilalui masih sangat besar,” kata Hengky.
KA Pandalungan 2 menggunakan rangkaian delapan kereta eksekutif berbahan stainless steel dengan total kapasitas 400 tempat duduk. Kereta ini melayani perjalanan melalui sejumlah kota penting di jalur utara Pulau Jawa, seperti Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Cepu, Semarang, dan Cirebon sebelum tiba di Jakarta.
Dengan rute tersebut, masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih mudah tanpa perlu berganti moda selama perjalanan menuju ibu kota maupun kota-kota besar lainnya.
Untuk tarif reguler, tiket KA Pandalungan 2 dibanderol Rp750 ribu. Pada masa peluncuran perdana, KAI memberikan potongan harga sebesar 30 persen bagi pelanggan yang membeli tiket keberangkatan pertama.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, Hengky menilai kehadiran KA Pandalungan 2 juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan arus penumpang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi sektor perdagangan, UMKM, jasa transportasi, kuliner, pendidikan, hingga pariwisata.
“Kami berharap layanan ini mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, khususnya Jember. Konektivitas yang semakin baik akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Jember, Hary Agus Triono, yang mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, menyambut positif hadirnya layanan baru tersebut.
Menurutnya, penambahan KA Pandalungan 2 akan memperkuat aksesibilitas Jember dengan berbagai daerah di Pulau Jawa sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Layanan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi, sejalan dengan semangat Jember Baru dan Jember Maju,” kata Hary.
Editor : Abdul Aziz Qomar