KLIKJATIM.Com | Surabaya--Calon Wakil Wali Kota Surabaya terpilih Armuji dikabarkan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo. Kabar tersebut tersebar berantai melalui group WhatsApp.
[irp]
Dalam pesan berantai itu yang disebar melalui pesan aplikasi Whatsapp dibantah Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febrica Rahmawati pihaknya belum tahu sakit yang diderita Cawawali Surabaya terpilih ini. Begitu pula kabar Cawali terpilih Eri Cahyadi dipastikan sehat dan tidak positif Covid - 19. Bahkan dia justru balik bertanya darimana asal berita itu.
“Tidak benar. Berita dari siapa itu?,”ujarnya.
Selain itu, Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Achmad Hidayat mengatakan belum mendengar kabar mengenai hal itu. Ia akan memberi tahu jika sudah ada kabar dari satgas covid Surabaya.
“Coba kami cek dulu. aku engga dengar ada kabar itu sih,” ujarnya.
Kepala Humas RS Dr. Soetomo Pesta Parulian membenarkan Armudji dirawat di sana. Hanya saja ia enggan menyebutkan penyakit yang diderita Armuji.
“Iya kita merawat Pak Armuji. Tapi, kalau sakitnya apa kami tidak bisa memberitahukan karena bukan kewenangan kami,” pungkasnya.
Kabar itu tersebar menjadi satu dengan kabar terjadinya penumpukan pasien di RSUD Dr Soetomo, serta kabar 51 tenaga kesehatan dan lima orang staf pengajar yang dikabarkan terpapar virus corona atau Covid-19.
“Iya kita merawat Pak Armuji. Tapi, kalau sakitnya apa kami tidak bisa memberitahukan karena bukan kewenangan kami,” ungkap Kepala Humas RSUD Dr. Soetomo, dr Pesta Parulian Maurid Edwar. Berikut isi pesan yang beredar tersebut: Assalamualaikum, Mohon izin memohon ketulusan dan kerendahan hati untuk mendoakan, izin menginformasikan siang ini kondisi IGD RSUD dr.Soetomo Surabaya dipenuhi pasien confirmed covid - IGD non infeksi (bercampur bedah dan non bedah) sebanyak 31 pasien confirmed belum bisa dipindah - IGD infeksi (dengan gejala respirasi total kapasitas 50 bed) sebanyak 37 pasien masih disana menunggu kamar isolasi RSUD dr. Soetomo kehabisan ruang isolasi khusus penyakit menular karena penuhnya kapasitas Beberapa rekan kami, diantaranya - 2 orang ppds pediatri - 5 orang ppds IPD - 2 orang ppds paru - 1 orang ppds Urologi - 1 orang ppds Bedah TKV - 7 orang ppds Ilmu bedah (salah satunya teman seangkatan saya sedang perawatan intensif isolasi khusus) - 3 orang ppds anestesi - 2 orang ppds Orthopedi Hingga staf pengajar kami, dari - 1 staf senior Ilmu Kulit Kelamin - 1 staf senior Ilmu Bedah - Guru besar Ilmu Bedah Indonesia Prof. Martatko, dr. SpB(K)Onk (salah satu pendiri Perhimpunan Bedah Onkologi Indonesia) beserta ibu - 2 staf senior Bedah Saraf Serta sejumlah 7 perawat IGD dan 21 petugas kamar operasi emergency kami juga terinfeksi. Sejumlah operasi emergency di bidang bedah Digestif dan bedah Vaskular, serta Orthopedi pun belum terlaksana karena hanya 1 kamar operasi yang dibuka. Dan juga, telah masuk perawatan intensif isolasi RSUD dr. Soetomo Bpk. Armuji, wakil walikota Surabaya terpilih. Semoga cobaan dapat kami lalui sehingga pelayanan dapat kembali optimal Kembalilah sehat Indonesia, kembali sehat Surabaya Wani...!!! Surabaya, 31/12/2020
(mkr)
Editor : Redaksi