KLIKJATIM.Com | Gresik - Ali Fauzi Manzi mantan teroris hadir di Gresik. Pelaku bom Bali I ini bukan menularkan ilmu terorisme tapi sebaliknya. Dihadapan parpol dan ormas kepemudaan berbagi kiat dalam menangkal radikalime.
[irp]
Ali yang kini sebagai direktur yayasan lingkar perdamaian menjelaskan radikalisme bukanlah sebuah produk dari keputusan yang singkat. Tetapi hasil dari proses panjang yang perlahan lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan.
Dikatakan, akar terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. harus banyak aspek, perspektif dan metedologi.
“Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga obat yang tepat,” jelasnya.
Ali sendiri mengaku pertama kali belajar menjadi kombatan untuk belajar merakit Bom mulai 1 KG hingga 1 Ton.
Ditempat yang sama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan Allah SWT menciptakan Negara Indonesia adalah negara yang majemuk berupa kebhinekaan suku bangsa agama dan ras. Namun ancaman untuk merusak persatuan dan kesatuan sudah mulai muncul benih benih yaitu aksi terorisme.
“Kita bersama sama harus menjaga agar negara indonesia tetap utuh NKRI harga mati untuk itu mari kita bersama sama untuk menjaganya,” terangnya.
Ditambahkan Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan, dalam rangka menangkal masuknya paham radikal ada dua yaitu cegah usia sejak dini dan generasi muda.
Acara juga disertai tanya jawab dan pemberian penghargaan oleh Kapolres Gresik kepada ustadz Ali Fauzi Manzi, Ketua PCNU Gresik KH.Chusnan Ali, Ketua PD Muhammdiyah Gresik H. Taufiqullah Ahmadi, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gresik KH. Moh. Toha.
Kegiatan ini bagian dari Fokus Grup Diskusi (FGD) bersama Parpol dan Ormas Kepemudaan dalam rangka menguatkan kebhinekaan untuk menangkal radikalisme dan intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Hotel Pesona Gresik, Selasa (29/12/2020). (rtn)
Editor : Redaksi