KLIKJATIM.Com | Blitar - Masyarakat Kota Blitar diminta untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. Ini penting agar tidak terjadi penambahan pasien virus asal Wuhan tersebut. Sebab, ruang perawatan pasien Covid di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi sudah mapir penuh dan hanya menyisakan lima tempat tidur dari jumlah total sarana yang disediakan.
[irp]
"Kami mohon dengan sangat kepada masyarakat untuk displin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah saat liburan. Kapasitas perawatan pasien di rumah sakit sudah overload dan kami berharap tidak ada tambahan lagi," kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami.
Dijelaskan, hampir tiap hari pihaknya mendapat kiriman pasien yang merasakan gejala tertular virus. Ini membuat sarana penanganan nyaris penuh. Dari kapasitas 50 bed perawatan pasien khusus, kini sudah ditempati 45 pasien. Itu artinya di rumah sakit masiyh menyisakan 5 tempat tidur perawatan.
Sebelumnya, kapasitas ruang isolasi di rumah sakit ini hanya sekitar 38 bed atau tempat tidur bagi pasien korona. Namun karena ada peningkatan kasus yang cukup signifikan, rumah sakit juga menambah beberapa ruang pelayanan untuk dijadikan sarana isolasi pasien korona. Sayangnya, jumlah itu tampaknya mesti ditambah kembali.
Penuhnya fasilitas layanan kesehatan ini hampir bisa dipastikan. Sebab, saat ini ada sekitar 17 pasien yang sudah antre untuk menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD). Meskipun sebagian dari mereka belum diketahui pasti hasil pemeriksaannya yang masih dalam proses. "Yang lima tadi sudah diketahui positif, sedangkan yang 12 hasil swab-nya belum keluar," terangnya.
Kesempatan untuk melakukan rujukan sangat kecil. Sebab, semua fasilitas layanan kesehatan kini mengalami hal serupa. Untuk itu, jika hasil pemeriksaan 12 pasien tersebut positif akan diberikan ruang khusus sambil menunggu pasien di ruang isolasi sembuh. "Jadi kami sediakan kamar antara untuk pasien tambahan itu," bebernya.
Woro memastikan, hanya pasien positif korona saja yang bakal dirawat di ruang isolasi. Adapun mereka yang diduga atau memiliki gejala klinis mengarah korona, akan terus diobservasi hingga didapati keyakinan bebas korona. Dengan kata lain, pemeriksaan atau diambil sampel secara berkala. "Jadi jika ada pasien dengan gejala Covid-19 tapi hasil swab negatif, akan di-swab kembali di hari berikutnya," jelasnya. (hen)
Editor : Redaksi