klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

26 Kepala Keluarga Terdampak Tambang di Kecamatan Gempol Pasuruan Enggan Direlokasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lokasi lahan tambang di Desa Bulusari Kecamatan Gempol menjadi ntanah kelahiran bagi 26 KK yang enggan direlokasi
Lokasi lahan tambang di Desa Bulusari Kecamatan Gempol menjadi ntanah kelahiran bagi 26 KK yang enggan direlokasi

KLIKJATIM.Com | Pasuruan  - Sedikitnya 26 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Jurang Pelen I, Desa Bulusari, Kacamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan tidak bersedia direlokasi dari pemukiman mereka yang terdampak tambang galian C. Alasannya mereka menempati lokasi tersebut karena turun temurun dan menjadi tanah kelahiran.

[irp]

Hartono, Ketua RT Dusun Jurang pelen I mengatakan, warganya memang  tidak ingin direlokasi ke tem[at lain. Mereka beralasan  tanah yang mereka tinggali merupakan tanah kelahiran. "Sejak kecil saya disini. Sejak tambang beroperasi saya sudah ada disini," kata Hartono, Senin (21/12/2020).

Semua warga yang tinggal di kawasan bekas galian tambang merasa nyaman. Apalagi, mata pencarian warga tergantung dari tanah yang mereka tinggalin.  "Warga yang tinggal disini sudah nyaman. Kalau mau disuruh pindah mau pindah kemana. Apabila pindah apakah bisa seperti yang kami tempati," tanyanya. 

Hartono juga menyebut bahwa merelokasi penduduk tidak semudah yang dibayangkan. Tidak hanya memindahkan rumah saja, melainkan juga kebiasaan, dan mata pencahariannya. “Di sini enak mas, kalau tidak punya lauk bisa ambil sayur yang ditanam di belakang rumah. Kalau butuh uang besar tinggal jual ternak,” kata Hartono.

Dia bersama warga lainnya tidak mau ambil pusing. Walau pun tinggal diatas kawasan bekas tambang berpotensi lonsor. Ia hanya pasrah, jika terjadi longsor. 

Hal senada juga dikatakan, Harti, perempuan 42 tahun ini pilih tidak mau direlokasi. Ia beralasan bahwa sejak kecil ia sudah lahir di tanah yang kini terisolir bekas tambang. Bahkan, sejak di wilayah tersebut masih terdapat 2 rumah. "Saya lahir di sini, sudah puluhan tahun tinggal di sini, tidak mau dipindah," ujarnya.

Ibu empat orang anak ini merasa nyaman tinggal di Dusun Jurang Pelen 1. Alasannya, jalan menuju pemukiman sudah diperbaiki dengan paving. Sekaligus air bersih sudah tersedia.  "Kalau longsor yang itu sudah takdir mas, semoga saja tidak," tukasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) berencana merelokasi warga terdampak bekas tambang di Bulusari. Khususnya Dusun Jurang Pelen. Pasalnya, dikawasan tersebut berpotensi longsor. (mkr)

Editor :