KLIKJATIM.Com | Situbondo - Balai Taman Nasional Baluran SItubondo menutup kawasan Baluran mulai Senin (21/12/2020) hingga 3 Januari 2021 mendatang. Penutupan dilakukan menJelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), berlaku terhadap seluruh Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di wilayah konservasi tersebut.
[irp]
Penutupan kali ini juga atas arahan Satgas COVID-19 Situbondo setelah ditemukan sejumlah kasus penderita COVID-19 di TN Baluran. Ini sekaligus sebagai antisipasi dampak risiko meluasnya virus COVID-19. Baik bagi pengunjung, petugas, pelaku wisata, maupun masyarakat.
Kepala Balai TN Baluran Situbondo, Pudjiadi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran terkait penutupan ini. Tembusannya disampaikan ke Gubernur Jatim, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem, serta pihak terkait lainnya. Dengan penutupan ini, ada beberapa obyek wisata di wilayah TN Baluran yang praktis akan ikut tutup. "Mulai Padang Savana, Resort Bekol, Pantai Bama, dan sejumlah wisata alam lainnya. Sebab seluruh akses atau pintu masuk menuju ke sejumlah obyek wisata tersebut, harus melewati pintu gerbang TN Baluran. Jadi, praktis tutup semua karena akses masuknya melewati pintu TN Baluran," kata Pudjiadi.
Dijelaskan, penutupan TN Baluran tidak akan berpengaruh banyak terhadap omzet pendapatan yang ada. Sebab, TN Baluran bukanlah lembaga yang berorientasi profit. Pengelolaan lokasi wisata yang ada, papar Pudjiadi, selama ini lebih dimaksudkan untuk menarik kecintaan masyarakat terhadap sumber daya alam. Sehingga dapat membantu melestarikannya.
"Biaya operasional TN Baluran itu dibiayai negara, bukan dari kunjungan wisata," ujar Pudjiadi.
Dengan begitu, TN Baluran Situbondo merupakan wisata alam terbatas. Artinya, bukan tempat wisata yang sepenuhnya bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan, yang dapat mempengaruhi biaya operasionalnya. (hen)
Editor : Apriliana Devitasari