KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa video mobil yang terseret banjir di Sampang, Madura adalah hoax alias bohong. Hal itu ditegaskan Khofifah melalui akun Instagram miliknya @khofifah.ip, Jum'at (11/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.
[irp]
Dalam video yang diunggah @khofifah.ip, tampak seorang pria mengenakan baju berwarna kuning lengkap dengan peci, yang sedang melaporkan ketinggian banjir di wilayah Sampang. "Saya pastikan ini adalah video laporan banjir Sampang tahun 2017 lalu dan merupakan berita hoax. Pun, jika ada yang memperoleh video mobil terseret banjir, itu adalah kejadian di Jabar pada tahun 2019 lalu," ungkap Khofifah dalam akun resminya.
Dari penelusuran klikjatim.com, memang banyak video di sejumlah media sosial yang memperlihatkan beberapa mobil terseret arus banjir. Lalu, dalam keterangan video tersebut tertulis 'Detik-detik mobil terseret arus banjir Sampang Madura'.
Untuk merespon hal itu, Khofifah kembali menyatakan, berita tersebut adalah hoax. Katanya, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim pada Jum'at (11/12/2020) menyebutkan, bahwa banjir sudah berangsur surut.
"Bantuan berupa sembako dan lain-lain telah dikirim Pak Wagub (Emil Dardak) sore tadi. Tetap waspada dan siaga. Semoga banjir segera berlalu," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, penyebab banjir di Sampang yang tidak segera teratasi ini lantaran mesin pompa macet. “Genset yang ada tak bisa nyala. Teknisinya tidak kompeten. Kita deadline satu kali 24 jam pintu air harus terbuka bagaimana caranya,” tegas Emil saat meninjau lokasi banjir, Jum'at (11/12/2020) kemarin.
Menurutnya, mesin pompa ini milik Satuan Unit Siaga Banjir, Dinas PU Sumber Daya Air Pemprov Jatim. Sedianya, mesin pompa digunakan mengatasi bencana banjir di sejumlah ruas utama Kota Sampang. Tapi justru sejumlah kawasan luapan sungai Napo masih menggenangi rumah dan sawah warga.
Dan ternyata, pintu air di rumah pompa Desa Panggung (Deg Bukor) tidak berfungsi maksimal. Bahkan pompa mobile yang disediakan tidak mampu mengurangi volume luapan air sehingga mengakibatkan rumah dan persawahan warga terendam. (nul)
Editor : Redaksi