KLIKJATIM.Com | Surabaya - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berharap pada momen libur hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 nanti masyarakat setempat bisa menikmati wisata di dalam kota. Yaitu dengan mengunjungi 13 Taman Hutan Raya (Tahura) di Kota Pahlawan.
[irp]
Khususnya dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sehingga masyarakat bisa menjadikan wisata lokal sebagai alternatif. Salah satunya di Tahura Balasklumprik di Komplek Kantor Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung.
“Saya harap warga liburan di sini saja atau di Tahura yang lainnya, ini penting untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19,” kata Risma di sela sela peresmian Tahura Balasklumprik, Jumat (11/12/2020).
Dijelaskan, Tahura Balasklumprik memiliki luasan sekitar 4 hektar dan penanamannya sudah dimulai sekitar bulan desember 2010. Kini, tanaman ini sudah tumbuh besar dan kawasan tersebut sudah berubah menjadi hutan.
Berbagai infrastruktur penunjangnya juga sudah tersedia. Sehingga dia berharap, Tahura ini bisa menjadi tempat wisata sekaligus dapat meningkatkan income warga sekitar.
“Jadi gerakan kita mengarah ke lingkungan, karena kita mendapatkan oksigen dari tempat ini. Sehingga nanti ini akan menjadi tempat wisata sekaligus juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” kata Risma.
Katanya, saat ini masuk ke Tahura masih gratis. Tapi untuk beberapa venue seperti sepeda air nanti akan dikomunikasikan dengan warga setempat untuk pengelolaannya, sehingga nanti warga bisa mendapatkan akses ekonomi dari tempat tersebut.
Dia mencontohkan seperti Mangrove Gunung Anyar. Tiketnya dengan cara membeli bibit mangrove. “Jadi warga yang cari bibit mangrove kemudian dijual kepada pengunjung, sehingga kita dapat bibit mangrove dan tidak perlu cari lagi. Sedangkan warga juga bisa mendapatkan income. Mungkin nanti bisa juga dibuat seperti itu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang memastikan bahwa sebanyak 13 Tahura di berbagai titik di Surabaya sudah dibuka. Ketika para pengunjung masuk ke Tahura harus selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes), karena saat ini masih masa pandemi.
“Sebanyak 13 Tahura di Surabaya sudah dibuka semuanya, tentu dengan protokol kesehatan. Seperti yang disampaikan Bu Wali, Tahura ini bisa menjadi alternatif wisata saat libur natal dan tahun baru ini,” kata Herlambang.
Diterangkan, bahwa keunikan di Tahura Balasklumprik adalah spot sepeda airnya di bozem, ada camping untuk adik-adik pramuka, ada ternak bebek, dan juga kawasannya sudah berbentuk hutan. Tanamannya ada sekitar 200 jenis, mulai dari tanaman pelindung, buah-buahan hingga tanaman pangan. Bahkan kawasan ini juga dilengkapi sentra wisata kuliner, sehingga tidak perlu keluar Tahura untuk mencari makan dan minum.
“Nah, ke depannya seperti yang disampaikan Bu Wali Kota, mungkin nanti akan ditambahkan binatang kijang di kawasan ini, nanti kami diskusikan lagi lebih lanjut,” pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi