klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pasien Covid RSDL Indrapura Melonjak, Kamar Penuh, Satgas Terpaksa Pindahkan ke Mojokerto

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau RSDL Indrapura sebelum dioperasikan beberapa bulan lalu.
Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau RSDL Indrapura sebelum dioperasikan beberapa bulan lalu.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Lonjakan pasien Covid-19 di Surabaya benar-benar tak terhindarkan. Kabar terakhir, kami perawatan di RS Darurat Lapangan (RSDL) Jalan Indrapura Surabaya kewalahan menampung pasien covid tanpa gejala. Dari jumlah total sebanyak 357 bed yang tersedia di RSDL Indrapura, Surabaya pada Jum'at (11/12/2020) ini seluruhnya sudah hampir terisi penuh.

[irp]

Peningkatan pasien di sana sudah terlihat sejak November lalu. Dari ratusan orang yang terpapar Covid-19, banyak di antaranya yang datang terlambat karena telat melakukan pemeriksaan diri saat sudah mengalami gejala Covid-19.

"Alasan (terlambat) karena keluhannya batuk, pilek, sesak, demam, prosesnya sudah lebih dari 7 hari. Kalau ditangani lebih awal tentu prognosisnya jauh lebih baik. Rata-rata begitu. Akhirnya terpaksa dibawa ke perawatan intensif,” ujar Penanggungjawab RSDL Indrapura Surabaya Laksma Dr dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Jum'at (11/12/2020).

Nalendra menyebut, keterlambatan untuk memeriksakan diri ini yang membuat banyak pasien dirujuk ke ICU karena gejala yang dialami semakin parah. Padahal, jumlah ketersediaan kamar ICU di rumah sakit rujukan di Surabaya Raya juga sudah banyak yang penuh. Karena itu, kata dr Nalendra, hal ini membuat pasien terpaksa dicarikan rujukan ke rumah sakit lain, hingga ke Mojokerto.

"Per hari ini (11/12) untuk Surabaya Raya saja dari total 144 (kamar perawatan intensif), sudah terisi 142 sisa dua saja. Ini yang ngeri, makanya kemarin sampai ada yang kita bawa ke RS Mojokerto untuk cari yang masih kosong. Itulah kesulitan kita kalau gejala berat,” ujarnya.

Sedangkan untuk menangani membludaknya jumlah pasien Covid-19, RSDL Indrapura berencana akan menambah kapasitas bed. Dari awalnya 357 bed akan ditambah menjadi 500 bed.

Kendati demikian, hal itu juga harus dibarengi dengan kesadaran penanganan Covid-19 bersama-sama agar jumlah pertumbuhan kasus bisa terus ditekan. Ia berharap, kejadian ini semakin menambah kedisiplinan masyarakat dalam menjaga ketat protokol kesehatan. Terlebih lagi menghindari kegiatan yang memunculkan kerumunan.

“Kayak mantenan, klaster keluarga, pertemuan, yang mereka juga nggak tahu asalnya dari mana. Kita sekarang sudah saatnya tidak ngomongin klaster lagi, karena jadi lucu sekali sumbernya (virus) sudah dimana-mana, kita tidak tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Tim Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menyebutkan, dalam dua minggu terakhir yang dominan muncul adalah kluster keluarga dengan jumlah kasus sebanyak 753 orang dalam 243 keluarga, disusul 40 orang dari 7 kluster perusahaan, 51 orang  dari 5 kluster perkantoran dan 28 orang dari kluster nakes dari 8 fasilitas kesehatan.

"Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran covid-19 dari ruang ruang indoor sangat tinggi dalam 2 minggu terakhir. Memang dalam ruang indoor lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dan ventilasi buruk, apabila ada satu kasus saja potensi tertular bisa sampai 90 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari tambahan kasus mingguan, memang minggu ini tambahan kasus Jatim dalam seminggu naik sampai 3.525 kasus, padahal minggu sebelumnya 2.779 kasus.

"Positivity rate Jatim minggu ini masih 15 persen, memang tidak setinggi di bulan Juli yang pernah mencapai 31 persen dan nasional yang minggu ini mencapai 18,37 persen. Harapannya dengan jumlah tes yang mulai dinaikkan ini positivity ratenya bisa turun," tandasnya. (bro)

Editor :