klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Probolinggo Berbagi Pengalaman Terpapar Covid-19 Hingga Dinyatakan Sembuh

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Tantriana menceritakan pengalamannya saat terkonfirmasi Covid hingga dinyatakan sembuh
Bupati Tantriana menceritakan pengalamannya saat terkonfirmasi Covid hingga dinyatakan sembuh

KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur dikabarkan terpapar Covid-19. Dua di antaranya bahkan meninggal dunia karena virus mematikan ini, yakni plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifudin dan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Sementara yang menjalani perawatan lebih dari dua orang, salahsatunya Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

[irp]

Kepada sejumlah media dan anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolonggo dalam wawancara virtual, Bupati Tantriana mengaku , dirinya dinyatakan terkonfirmasi Covid pada Senin 23 November 2020. Setelah menjalani isolasi mandiri di rumah sehat, istri politisi sekaligus anggota DPR RI Hasan Aminudin ini dinyatakan sembuh pada 6 Desember 2020.

Dalam keterangannya, Bupati Probolinggo menjelaskan, dirinya mulai merasakan ada gejala perubahan pada dirinya pada Sabtu 21 November 2020. Sepulang dari kegiatan dinas Jumat, 20 November 2020 dirinya mengalami rasa kantuk cukup berat. Sehingga saat itu, yang diinginkan hanya tidur dan istirahat.

Setelah rasa kantuk menyerang, pada Minggu 23 Desember dia merasakan nyeri dan ngilu pada sendi dan otot tubuhnya seperti habis berolahraga. Senin pagi, Tantri curiga dengan kondisinya sehingga memutuskan untuk tes rapid antigen secara mandiri. “Saya melakukannya sendiri, sudah biasa melakukan swab sendiri. Saya tidak ingin melibatkan banyak orang, termasuk dari dinkes. Saya termasuk orang yang paranoid, makanya ketika ada rapid antigen, saya membelinya. Jadi melakukan tes itu, sudah berkali-kali saya lakukan secara mandiri,” tuturnya.

Hasil rapid antigen ternyata menunjukkan dirinya reaktif terhadap virus di dalam tubuhnya. Ibu tiga anak ini kemudian berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat untuk men-swab dirinya. Hasil swab dari Laboratorium Kesehatan Daerah memastikan dirinya terkonfirmasi Covid-19. "Jadi sejak Selasa 24 November saya menjalani perawatan dan isolasi di rumah sehat," terang Tantriana.

Setelah menjalani isolasi mandiri secara ketat, Bupati Probolinggo ini dinyatakan sembuh pada Minggu, 6 Desember 2020. Itu diketahui setelah tes swab-nya menunjukkan hasil negatif. Tantri pun pulang ke rumah. Sesuai prosedur yang berlaku, Tantri menjalani karantina selama 14 hari ke depan.

Tantri juga mengaku tak tahu dari mana sumber atau klaster penularan yang menyerangnya. “Kalau ditanya dari mana, ya sampai saat ini saya belum berkomunikasi virusnya. Jadi saya belum bertanya, kamu dari mana,” ujarnya setengah bercanda.

Bupati Probolinggo 2 periode itu kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk selalu patuh menerapkan protokol kesehatan. Rajin memakai masker saat beraktivitas, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Sebab virus corona bisa kapan saja menyerang.

Bupati Tantri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Tidak keluar rumah, jika memang tidak penting (urgen). Di lingkungan Pemkab Probolinggo diterapkan bekerja dari rumah (work from home). “Rumah adalah tempat paling aman dari paparan Covid-19. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena kita sering abai ketika berasa di lengan sendiri,” pungkas Puput Tantriana Sari. (hen)

Editor :