KLIKJATIM.Com I Jombang – Terjadi lonjakan korfimasi positif Covid-19 di Jombang sejak akhir November hingga Awal Desember 2020. Akibatnya, ruang isolasi di RSUD Ploso Jombang overload. “Ini lebih parah, kemarin sore ada 5 pasien tertahan di UGD nunggu giliran masuk diisolasi maupun dirujuk,” ujar Direktur RSUD Ploso dr Iskandar Dzulqornain seperti dilansir kabarjombang, Selas (8/12/2020).
[irp]
Ruang isolasi Covid-19, saat ini cenderung mengalami peningkatan hampir selalu di atas 90 persen. Rawat inap ini sudah melebihi kapasitas. “Kalau kurang dari 60 persen tidak efisien. Tapi kalau sudah di atas 80 persen itu cenderung terlalu padat dan penuh,” katanya.
Ada beberapa pasien terpaksa mencari RS di luar Jombang. “Yang saya tahu, ada yang ke Mojokerto, dan Kediri,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang ini.
Selain ruang inap melebihi kapasitas, tertahannya pasien di ruang UGD juga merupakan bukti bahwa Jombang berstatus zona merah Covid-19. “Ya kurang apalagi fakta itu ada, bahwa Covid-19 itu masih ada dan masih betul-betul mengancam kita,” katanya.
Kabupaten Jombang kembali menjadi zona merah penyebaran virus Corona pada 5 Desember lalu. Berdasarkan update data Pemprov Jatim hari ini, Kabupaten Jombang mempunyai risiko tinggi penyebaran virus Corona. Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.597 orang. Terdiri dari 1.281 pasien sembuh, 142 pasien dalam perawatan, serta 174 pasien meninggal dunia.(hen)
Editor : Tsabit Mantovani