KLIKJATIM.Com | Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya akan menggelar debat publik pasangan calon wali kota Surabaya yang ketiga dan terakhir pada Sabtu 5 Desember. Sebelumnya beredar kabar debat terakhir dipindah ke Hotel Novotel karena ada salah satu paslon yang tidak setuju debat dilaksanakan di Dyandra Convention Center. Namun pihak KPU menepis kabar tersebut, dan Debat kali ini dilaksanakan di Dyandra Covention Centre Jalan Basuki Rahmat.
[irp]
Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi mengatakan, debat publik pasangan calon yang akan datang secara umum sama dengan debat yang kedua. Terkait tempat juga sama dengan debat kedua yakni di Dyandra Convention Center Jalan Basuki Rahmat, dan kali ini akan disiarkan oleh TV9 dan Kompas TV.
"Secara umumnya sama kayak yang kemarin, yang menyiarkan dan juga temanya kali ini berbeda," kata Subairi kepada klikjatim.com, Kamis (3/12/2020).
Subairi juga mengatakan, debat kali ini mengusung tema besar ‘Sinergi Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Kebangsaan’. Serta memiliki 5 sub tea turunan. Yakni tentang Singkronisasi pembangunan vertical dan horizontal, Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan, Pembangunan budaya politik dan demokrasi, Wawasan NKRI dan Kebangsaan, Harmoni sosial dan persatuan nasional.
"Tema besar itu nantinya bakal dipecah menjadi 5 sub tema. Setiap sub tema akan diberikan kepada panelis untuk ditindaklanjuti. Setelah itu nantinya tiap panelis akan membuat 1 pertanyaan untuk ditanyakan kepada paslon," tambahnya.
Selain itu, lanjut subairi, pihaknya juga sudah menunjuk 5 akademisi untuk menjadi panelis. Yakni Prof. Masdar Hilmy (UIN Sunan Ampel), Agus Machfud Fauzi (Unesa), Achmad Room Fitrianto (UIN Sunan Ampel), Nurul Jadid (ITS), Hasan Ubaidillah (UMS). "Penunjukkan itu dilakukan berdasarkan kemampuan setiap panelis dalam tiap bidangnya," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi