klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Klaim Gagal Panen Petani Lamongan Capai Rp 3,6 Miliar

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Fadeli Saat menghadiri acara panen raya padi inbrida di Desa Truni Kecamatan Babat (Achmad Bisri/klikjatim.com)
Bupati Fadeli Saat menghadiri acara panen raya padi inbrida di Desa Truni Kecamatan Babat (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Tak sedikit pelani yang mengalami gagal panen di Kabupaten Lamongan. Namun mereka masih bisa tersenyum AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi bisa tersenyum. Total klaim yang diterima petani mencapai Rp 3,6 M.

Penyaluran klaim secara simbolis dilakukan Bupati Fadeli usai melakukan panen raya padi inbrida di Desa Truni Kecamatan Babat. Hadir bersamanya Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Wayan Wijana dan Ika Dwi Nita perwakilan dari PT Jasindo selaku pengelola AUTP.

[irp]

Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura (TPHP) Kabupaten Lamongan, Rudjito mengungkapkan lahan pertanian di Lamongan yang mengikuti Program AUTP tahun ini mencapai 80 ribu hektare. Sebanyak 600 hektare diantaranya mengalami kegagalan panen dengan berbagai sebab. Sehingga berhak menerima klaim asuransi sebesar Rp 3,6 miliar.

“Nilai klaim sebesar Rp 6 juta perhektare ini sangat penting untuk petani bisa bangkit kembali. Karena mereka setidaknya akan memiliki modal untuk bercocok tanam kembali,” kata Rudjito, Kamis (12/9).

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Wayan Wijana mengatakan OJK mendapat amanat dari Negara untuk hadir ketika masyarakat membeli produk asuransi. Ada 130 perusahaan jasa asuransi yang diawasi OJK, dan salah satunya adalah PT Jasindo yang diberi tugas Negara untuk menglola AUTP.  “Dengan membayar premi, bapak ibu petani diliundungi usahanya. Kalau gagal panen, masih punya modal untuk berusaha kembali dari klaim asuransi,” ujarnya.

[irp]

Terlebih untuk AUTP ini mendapat subsidi dari negara, sehingga petani hanya membayar 80  persen preminya. “Dengan membayar premi sebesar Rp 36 ribu, kalau gagal panen, bapak ibu memperoleh modal Rp 6 juta,” katanya menambahkan.

Dia berharap petani yang sudah menerima manfaat dengan menjadi peserta AUTP untuk menyampaikannya secara gethok tular kepada petani lain. Hal yang sama disampaikan Bupati Fadeli. Dia melihat asuransi ini penting untuk petani yang memiliki usaha dengan resiko kegagalan. "Kebanjiran dapat (klaim asuransi), kekeringan dapat, kena penyakit juga dapat. Alhamdulillah tadi tidak ada yang dari Desa Truni. Berarti tidak ada yang gagal panen. “ kata dia.

[irp]

Dengan PDRB Lamongan yang sebagian besar, 36 persen, masih ditopang pertanian, memerlukan petani yang mau mencoba berbagai hal baru. Diantaranya dengan mencoba menanam benih hibrida yang bisa menghasilkan produktivitas 12 hingga 14 ton perhektare. “Jangan selamanya menjadi petani tradisonal yang tidak mau berubah. Hanya mau menanam benih tertentu. Banyak benih hibrida yang bisa 12 hingga 14 ton perhektare, harus dicoba,” kata dia.

Sampai akhir Agustus, produksi gabah Lamongan sudah mencapai  mencapai 949.047 ton dengan produktivitas 7,42 ton perhektare di lahan seluas 148.771 hektare. Produksi tahun ini diproyeksikan bisa lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 1.094.124 ton. (bis/rtn)

Editor :