KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Paham radikalisme hanya butuh 1,5 tahun untuk menjadikan seorang biasa menjadi radikal. Ini lantaran ada HP android yang memungkinkan seorang terpapar radikal setiap saat tanpa harus bertemu. " Dulu untuk menjadikan seorang biasa menjadi seorang radikal butuh 5 tahun," kata Aster Pangdam V Brawijaya Kolonel Singgih kepada Forum Komunikasi Putra Putri TNI ( FKPPI) dan Himpunan Putra Putri Angkatan Darat ( HIPAKAD), di Markas Komando Batalyon Arharnudse 8 / MBC Jalan Sruni, Gedangan, Sidoarjo, Kamis ( 12/9).
[irp]
Kondisi inilah yang mendasari digelarnnya komunikasi sosial (komsos). Tujuannya memberikan wawasan kebangsaan kepada anggota FKPPI dan HIPAKAD. “Banyak sekarang paham yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya. Selain itu tujuanya agar terjalin silahturahmi dan komunikasi antara keluarga besar TNI. Utamanya para anggota FKPPI dan HIPAKAD yang dimana kodam sebagai bapak pembinanya.
"Sebagai anak TNI harus selalu berkomunikasi dengan "orang tuanya". Kita tidak ingin ada miss komunikasi atau hal lain yang bisa membuat renggang jarak antara bapak dan anak," kata Singgih.
Selain pemahaman akan wawasan kebangsaan, pihak Kodam V/Brawijaya juga mengajak anggota FKPPI dan HIPAKAD diajak mengenal alutsista dimiliki oleh Arharnudse 8/MBC.(lam/rtn)
Editor : Wahyudi