klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mantap! Hampir 100% Warga Jember Sudah Miliki e-KTP

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Proses perekaman e-KTP di Lapas Jember. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)
Proses perekaman e-KTP di Lapas Jember. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Jember -  Sebanyak 99,25% atau nyaris 100 persen warga masyarakat Jember sudah memiliki dokumen e-KTP atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jember, Isnaini Dwi Susanti.

[irp]

Capaian ini berdasarkan jumlah data perekaman e-KTP yang dilakukan dengan jumlah seluruh penduduk Jember.

“Jumlah penduduk Jember itu sebanyak 2.566.692 jiwa, yang wajib e-KTP sebanyak 1.980.781 jiwa dan yang sudah melakukan perekaman 1.965.925 atau 99,25 persen. Yang belum hanya 14.855 jiwa atau 0,75 persen,” ungkap Santi kepada awak media.

Ia menuturkan, Dispendukcapil Jember sudah melakukan sosialisasi maksimal melalui media massa, media sosial, program Dispendukcapil menyapa masyarakat, streaming YouTube hingga jemput bola ke masyarakat. 

“Dispendukcapil Jember menyediakan pelayanan e-KTP di kantor induk, ruang terbuka hijau, lapangan Kecamatan Sukorejo dan sekitar Gajah Mada,” jelasnya.

Kadispendukcapil Santi mengimbau kepada warga masyarakat Jember yang sudah berumur 17 tahun atau yang belum memiliki e-KTP agar segera melakukan proses perekaman, untuk mewujudkan cakupan kepemilikan e-KTP.

“Kita imbau warga Jember yang sudah berumur 17 tahun maupun warga yang belum memiliki e-KTP agar segera perekaman. Karena KTP ini merupakan identitas paling penting dalam mengurus dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pelayanan publik,” imbau Santi.

Ditambahkannya, bagi warga Jember yang mengurus Adminduk termasuk perekaman e-KTP bisa secara online atau datang langsung ke Kantor Dispendukcapil Jember dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Selama masa pandemi, pelayanan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti disediakan tempat pencuci tangan, pengecekkan suhu dan disediakan hand sanitizer. Lalu ruang tunggu juga diatur physical distancing serta pengunjung yang datang harus menggunakan masker begitu juga dengan petugas-petugasnya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya. (bro)

Editor :