KLIKJATIM.Com | Gresik - Aksi demo ribuan buruh di depan Kantor Pemerintah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membuat ratusan pengendara terjebak kemacetan di sepanjang Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Selasa (17/11/2020). Aksi menolak usulan penurunan UMK 2021 dari Apindo ini juga membuat masyarakat yang hendak berobat atau butuh layanan medis di RSUD Ibnu Sina terganggu.
[irp]
Aksi buruh dari sejumlah elemen dimulai sekitar pukul 10.00. Mereka memenuhi badan jalan depan kantor Bupati Gresik hingga menyebabkan antrean panjang. Kondisi ini berimbas di pintu tol Kebomas tak bisa keluar hingga terjadi antrean panjang mobil yang hemdak keluat exit tol Kebomas.
Meski menimbulkan kemacetan dan jengkel pengendara, pengunjukrasa tetap melanjutkan aksinya. Koordinator gerakan buruh bersama rakyat (Gebrak) Syafikuddin mengatakan, negara sudah dikuasai pemodal dan investor. Pemerintah yang harusnya menangani virus covid-19 tapi secara diam-diam pemerintah memutuskan gaji umk turun yang diatur dalam omnibus law.
"Kita bukan hewan, kita bukan robot, kita pekerja yang butuh jaminan hidup," tegasnya dalam orasinya, Selasa (17/11/2020).
Ketua Serikat Pekerja seluruh indonesia (SPSI) ini mengatakan, buruh juga menuntut kenaikan umk yang dipotong oleh dewan pengupahan yang diusulkan oleh asosiasi pengusaha Indonesia Kabupaten Gresik Jumat lalu ( 13/11) malam.
"Kita melawan upah Rp 900 rb yang dipotong oleh Apindo saat rapat bersama dewan pengupahan," katanya.
"Kami tidak akan membubarkan diri sebelum bupati keluar menemui dan memutuskan upah buruh naik menjadi Rp 4. 844. 030.00 untuk umk Kabupaten Gresik tahun 2021," kata orator lainnya di mobil komando.
Sebelumnya, Dewan pengupahan Kabupaten Gresik melakukan rapat paripurna terkait usulan upah minimum Kabupaten di tahun 2021.
Haryono, warga Cerme Kidul menyayangkan aksi demo menutup Jl Raya dr Wahidin Sudirohusodo. Sebab, gara gara demo jalanan menuju RSUD Ibnu Sina yang berdampingan dengan Kantor Bupati Gresik jadi macet dan tidak bisa diakses. Dia terjebak kemacetan hingga 2 jam sejak dari terminal Bunder.
"Padahal saya harus antar istri kontrol di poliklinik penyakit dalam RSUD Ibnu Sina. Ini saya terpaksa kembali besok karena jalanan macet," kata Haryono. (nul)
Editor : Redaksi