KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Tambahan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo dinilai tidak sepada dengan permintaan petani. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menilai tambahan pasokan itu masih minim dibandingkan kebutuhan para petani.
[irp]
"Untuk itu DKPP berencana mengusulkan kembali realokasi pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani. Sebab ketersediaan pupuk harus dipenuhi pada masa tanam ini. Jumlahnya harus tersedia dengan baik sampai masa panen. Khususnya, pupuk bersubsidi yang berkualitas baik dengan harga murah," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno.
Dikatakan, Pemprov Jatim tidak menyetujui seluruhnya usulan, hanya beberapa saja. Berdasarkan jumlah kebutuhan yang ada pada e-RDKK masih cukup minim. Saat ini pihaknya sedang mengevaluasi pemenuhan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani hingga akhir tahun. "Dalam waktu dekat, akan dibahas jumlah kebutuhan pupuk tambahan yang akan diusulkan kembali ke Pemprov Jatim. Hasil pembahasan itu nantinya akan coba kami usulkan kembali,” katanya.
Dikatakan, realokasi sangat penting, mengingat jumlah kebutuhan pupuk akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Realokasi periode berikutnya akan dilakukan hampir sama dengan usulan yang sebelumnya sudah dikirimkan. Yakni, menambah dua jenis pupuk bersubsidi, berupa Urea dan ZA. Serta, mengurangi jumlah pupuk organik yang belum diminati petani.Pada awal bulan lalu, DKPP mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Terdiri dari jenis Urea sebanyak 8.181 ton dan 2.989 ton pupuk ZA. Serta, pengurangan pupuk organik sebanyak 3.869 ton. “Kami upayakan yang terbaik. Selama usulan masih memungkinkan, akan dilakukan agar kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi,” ujarnya. (hen)
Editor : Redaksi