KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Terobosan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian untuk pengembangan dan peningkatan produktivitas buah naga di Banyuwangi patut dikasih aplus. Sebab program 'Listrik Untuk Sang Naga' tersebut berdampak signifikan terhadap produktivitas tanaman buah naga, yang meningkat hingga 200 persen lebih dibandingkan sebelumnya.
[irp]
Dan program dari CSR PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur ini pun dinobatkan sebagai penerima penghargaan di ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2020, dengan kategori platinum terkait pelibatan serta pengembangan masyarakat. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan di Jakarta, pada tanggal 6 November kemarin.
General Manager PLN UID Jawa Timur (Jatim), Nyoman S Astawa mengaku bangga karena sejumlah program Bina Lingkungan PLN UID Jatim sukses meraih penghargaan platinum. Salah satunya adalah program Listrik Untuk Sang Naga di Banyuwangi.
“Platinum Award ini semakin memacu semangat kami untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya untuk memberikan layanan kelistrikan yang andal, namun juga turut memberikan dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dan pencapaian program-program pembangunan daerah,” ujar Nyoman, Selasa (10/11/2020).
Perlu diketahui bahwa ICA 2020 merupakan penghargaan tahunan di bidang CSR yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD), dengan Badan Standardisasi Nasional dan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Ajang awarding ini digelar untuk menilai dampak keberhasilan dan keberlanjutan program CSR kepada penerima manfaat.
Nyoman menjelaskan, Listrik Untuk Sang Naga merupakan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian, sebagai bentuk kepedulian PLN untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi. “Bentuk kepedulian ini berawal dari sosialisasi dan edukasi induksi pembungaan atau penyinaran kepada petani di wilayah Kabupaten Banyuwangi, standarisasi K2K3 dan IML pada kebun buah naga sehingga tanaman dapat berbunga dan berbuah secara optimal,” kata dia.
PLN pun menginisiasi integrasi sektor pertanian dan pariwisata petik buah naga dengan melibatkan stakeholder terkait, serta memberikan promo kemudahan bagi petani buah naga. Mulai dari diskon pasang baru, diskon tambah data, tarif khusus penyambungan sementara, jemput bola registrasi, konsultasi teknis IML, pembayaran dengan cicilan dan lainnya.
“Hingga 2020 terdapat 3.659 hektar ladang buah naga berlistrik yang produksinya mencapai 944.022 Ton serta menyerap tenaga kerja sebanyak 9720 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sangat mengapresiasi pihak PLN karena telah berinovasi dan disebarkan kepada masyarakat. Hasilnya pun berdampak besar untuk petani di Banyuwangi.
“Listrik telah terbukti meningkatkan produktivitas buah naga dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Harapan kami semoga inovasi kelistrikan tidak hanya diimplementasikan untuk buah naga, namun juga terus disebarkan untuk sektor-sektor pertanian yang lain,” tandas Anas.
Sebelumnya, Bupati Anas juga mendapat penghargaan dari PLN sebagai tokoh yang dinilai mendukung pengembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah. Ada sejumlah program yang didukung Anas dan berdampak pada pengembangans sektor pertanian. Selain Listrik Untuk Sang Naga, juga ada program integrasi sektor wisata dan pertanian berbasis pemanfaatan listrik lewat program PLN Peduli Taman Suruh dan Wisata Petik Buah Naga Listrik.
Terpisah, salah seorang petani buah naga di Banyuwangi, Husnul Ibad mengakui bahwa program Listrik Untuk Sang Naga telah berdampak besar bagi petani buah naga. "Sebelum memakai lampu penghasilan untuk 3/4 Hektar hanya mencapai 150 juta, tapi sekarang bisa berbunga di luar musim sehingga pendapatan bisa sekitar 500 juta per tahunnya," ungkap Husnul. (nul)
Editor : Apriliana Devitasari